JAKARTA, SUARAGURU.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang digelar secara daring ini menjadi tahap awal bagi murid baru untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus membangun kemandirian dalam belajar.
MPLS PJJ dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Jarak Jauh merupakan inovasi layanan pendidikan yang memiliki legalitas dan kualitas setara dengan pendidikan formal, sehingga para murid diharapkan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan penuh komitmen hingga menyelesaikan pendidikannya.
“PJJ ini adalah jembatan emas untuk menikmati layanan pendidikan yang kualitasnya sama. Dari MPLS PJJ ini, adik-adik diharapkan dapat menguatkan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan sampai tuntas,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa MPLS PJJ tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga menjadi fondasi awal agar peserta didik siap menjalani sistem pembelajaran yang berbeda dari sekolah tatap muka. Menurutnya, sekolah juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenali karakteristik dan kebutuhan belajar setiap murid sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara optimal.
Ia menjelaskan, selama MPLS para murid dibekali tiga kompetensi utama yang menjadi bekal dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.
“MPLS PJJ ini memperkenalkan tiga aspek utama, yaitu kemandirian, literasi digital, serta platform pembelajaran yang akan digunakan selama proses mereka belajar nantinya,” kata Tatang Muttaqin.
Selain itu, Tatang mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang ikut memperluas implementasi Pendidikan Jarak Jauh sebagai bagian dari upaya mengembalikan anak tidak sekolah ke bangku pendidikan sekaligus mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun.
Dukungan terhadap penyelenggaraan PJJ juga disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses pendidikan agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
“Pekerjaan ini tidak mudah, butuh dedikasi dan hati. Dampingi mereka, motivasi mereka agar tidak menyerah, terus bertahan, dan tetap semangat belajar,” pesan Sherly kepada para peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menilai Pendidikan Jarak Jauh menjadi salah satu strategi untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan mudah diakses masyarakat.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya mengembalikan anak ke sekolah, tetapi memastikan mereka dapat bertahan dan menyelesaikan pendidikannya,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah satu murid baru PJJ di SMAN 96 Jakarta, Zackya Aprillistianty Adelia Putri, mengaku bersyukur dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh.
“Saya senang bisa kembali bersekolah melalui Pendidikan Jarak Jauh. Saya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga kesempatan ini ingin saya manfaatkan sebaik mungkin. Saya juga berharap bisa berprestasi selama mengikuti PJJ,” ungkap Zackya.
Sebagai informasi, MPLS Pendidikan Jarak Jauh diselenggarakan secara daring di 32 sekolah induk penyelenggara PJJ yang tersebar di 32 provinsi. Selama kegiatan berlangsung, para murid diperkenalkan dengan tata tertib akademik, penggunaan Learning Management System (LMS), aplikasi konferensi video, media komunikasi, serta berbagai sumber belajar digital yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap para murid mampu menjadi pembelajar yang mandiri, adaptif, dan siap memanfaatkan teknologi dalam mendukung proses pendidikan.









