Pemkab Sidoarjo Raih Peringkat II Indeks Perlindungan Anak Terbaik di Jawa Timur

Event83 Dilihat

SIDOARJO, SUARAGURU.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berhasil meraih peringkat kedua dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) terbaik di Jawa Timur. Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator capaian pemerintah daerah dalam memenuhi hak sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.

Penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana dalam peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur pada Juli 2026. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari kinerja Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, mengatakan pemerintah terus memperkuat sistem perlindungan anak melalui berbagai program pencegahan dan peningkatan kualitas layanan.

“Melalui pertemuan koordinasi pencegahan kekerasan, sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, hingga pelatihan manajemen, penanganan kasus, dan trauma healing bagi petugas layanan,” ujar Heni, Jumat (4/9/2026).

Selain pencegahan kekerasan, Pemkab Sidoarjo juga mengoptimalkan PUSPAGA RINATA untuk memperkuat peran keluarga dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak.

Pemerintah daerah turut mendorong pembentukan Desa Ramah Perempuan Peduli Anak (DRPPA) di tingkat desa maupun kelurahan. Menurut Heni, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

“Selain itu, pemerintah terus mendorong pembentukan Desa Ramah Perempuan Peduli Anak (DRPPA) di desa dan kelurahan,” katanya.

Di sisi layanan, hotline Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga diintegrasikan dengan berbagai sektor terkait. Jejaring kerja sama dengan sejumlah mitra diperkuat agar laporan maupun persoalan yang melibatkan perempuan dan anak dapat ditangani secara lebih terkoordinasi.

Pemkab Sidoarjo menilai perlindungan anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin luas. Selain ancaman kekerasan secara langsung, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial turut memunculkan risiko seperti perundungan siber dan eksploitasi anak di ruang digital.

Dengan menempati posisi kedua dalam Indeks Perlindungan Anak terbaik di Jawa Timur, Pemkab Sidoarjo menyatakan akan terus memperkuat aspek pencegahan, layanan, serta jejaring perlindungan guna menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *