LAHAT, SUARAGURU.ID – Sebanyak 14 ruang kelas SMP Al-Kautsar yang berada di Dusun IV, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, hangus dilalap api pada Selasa (3/11/2026) siang. Kebakaran yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung tersebut diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu ruang kelas yang tidak digunakan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Kobaran api pertama kali diketahui oleh sejumlah siswa yang melihat munculnya asap dari salah satu ruangan sekolah. Tak berselang lama, asap hitam terlihat membumbung tinggi sebelum api membesar dan merambat ke ruang kelas lainnya.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak guru segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Sementara itu, api terus membesar hingga menghanguskan belasan ruangan beserta sebagian besar barang-barang yang berada di dalamnya.
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Lahat kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kasi Humas Polres Lahat AKP Mastoni mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan sementara, sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu ruang kelas yang sedang tidak digunakan.
“Saksi juga menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik dari ruang kelas SMP yang tidak digunakan. Ya ada 14 lokal kelas yang terbakar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (4/11/2026).
Akibat kejadian tersebut, pihak yayasan diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp1,5 miliar. Meski kerusakan bangunan cukup parah, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Mastoni menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan korsleting listrik tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran terjadi ketika aktivitas pendidikan masih berlangsung. Hingga kini, proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti sumber munculnya api yang menghanguskan 14 ruang kelas SMP Al-Kautsar tersebut.









