SUARAGURU.ID – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus mengembangkan penelitian biologi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Salah satu penelitian yang tengah dilakukan adalah eksperimen botani untuk mempelajari bagaimana tanaman tumbuh dan beradaptasi dalam kondisi mikrogravitasi atau gravitasi yang sangat kecil.
Dalam dokumentasi yang dirilis pada 23 Oktober 2026, astronot NASA Luke Delaney terlihat melakukan eksperimen tanaman di laboratorium ISS. Foto tersebut diabadikan oleh Jessica Watkins, komandan misi SpaceX Crew-13.
Dalam kegiatan tersebut, Delaney menggunakan cawan petri dan modul eksperimen khusus untuk mendukung penelitian. Fokus utamanya adalah memahami respons genetik tanaman ketika berada di lingkungan luar angkasa yang memiliki kondisi gravitasi berbeda dari Bumi.
Kondisi mikrogravitasi menjadi salah satu faktor penting yang diteliti karena dapat memengaruhi proses pertumbuhan, perkembangan, dan respons biologis tanaman. Melalui eksperimen ini, para peneliti berupaya memahami mekanisme yang digunakan tanaman untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut.
Penelitian tanaman di ISS sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Berbagai eksperimen sebelumnya dilakukan untuk mengetahui kemungkinan tanaman tumbuh dan bertahan dalam kondisi luar angkasa, termasuk pengembangan tanaman pangan yang dapat dikonsumsi para astronot.
Sejumlah tanaman konsumsi, seperti selada dan cabai, telah menjadi bagian dari penelitian pertanian di luar angkasa. Selain itu, eksperimen terhadap organisme lain, termasuk lumut, turut memberikan informasi mengenai kemampuan makhluk hidup menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.
Penelitian botani ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung eksplorasi antariksa. Hasilnya juga berpotensi memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di Bumi, khususnya dalam pengembangan ilmu pertanian dan pemahaman mengenai mekanisme pertumbuhan tanaman.
NASA melalui program Space Biology menjelaskan bahwa penelitian biologi di luar angkasa bertujuan memahami bagaimana organisme hidup merespons perubahan lingkungan, termasuk mikrogravitasi dan paparan radiasi. Pengetahuan tersebut dapat membantu ilmuwan mengembangkan metode untuk mendukung kehidupan dalam misi luar angkasa berdurasi panjang.
Dalam konteks pertanian, pemahaman mengenai respons tanaman terhadap gravitasi dapat membantu peneliti mengembangkan teknik budidaya yang lebih efektif. Penelitian ini juga relevan untuk mendukung ketersediaan pangan segar bagi astronot yang menjalankan misi panjang, termasuk perjalanan menuju Bulan dan Mars.
Selain tanaman, ISS menjadi tempat berbagai penelitian terhadap hewan, mikroorganisme, serta kesehatan manusia. Riset-riset tersebut dirancang untuk memperluas pengetahuan ilmiah sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan bagi kehidupan di Bumi.
Dengan demikian, eksperimen botani yang dilakukan astronot NASA menjadi bagian dari upaya memahami bagaimana kehidupan dapat bertahan di luar planet asalnya. Pengetahuan yang diperoleh di lingkungan antariksa diharapkan dapat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi pertanian, dan persiapan eksplorasi manusia ke masa depan.









