Lahan SDN Baru 05 Jakarta Timur Terbengkalai, Dipenuhi Semak dan Sampah

Sekolahku84 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID – Kondisi lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baru 05 di Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah area tersebut dipenuhi semak belukar dan sampah. Lahan yang direncanakan untuk pembangunan kembali sekolah itu masih terbengkalai, sementara para siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah lain.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pembangunan gedung SDN Baru 05 telah terhenti selama sekitar empat tahun. Bangunan sekolah yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut telah dirobohkan, menyisakan lahan kosong yang ditumbuhi tanaman liar. Di area itu juga masih terlihat papan nama sekolah, sedangkan akses masuk dibatasi dengan gerbang yang dirantai.

Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas pendidikan para siswa. Selama gedung sekolah belum tersedia, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke SDN 06 Baru yang berada tepat di seberang lokasi. Pemberitaan pada 13 Oktober 2026 menyebutkan bahwa ratusan siswa terdampak oleh belum tersedianya gedung sekolah tersebut.

Padahal, rencana pembangunan kembali telah memasuki tahap persiapan. Informasi yang terpasang di lokasi menyebutkan bahwa tahap perencanaan pembangunan telah diselesaikan pada 2025, dengan rehabilitasi total dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Revitalisasi gedung sekolah menjadi kebutuhan penting agar siswa dapat kembali belajar di lingkungan pendidikan yang layak. Selain menyediakan ruang kelas yang memadai, pembangunan juga diperlukan untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Kondisi lahan yang terbengkalai sekaligus menjadi perhatian terhadap pemeliharaan area sekolah sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Pembersihan semak belukar dan sampah diperlukan agar lokasi lebih tertata serta siap mendukung proses pembangunan.

Hingga pemberitaan terkait kondisi lahan tersebut, kepastian perkembangan pelaksanaan revitalisasi dan waktu penyelesaian gedung perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Penyelesaian pembangunan diharapkan dapat mengakhiri kondisi siswa yang harus menumpang belajar di sekolah lain dan memastikan mereka memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *