JAKARTA, SUARAGURU.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan revitalisasi bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 01 Tambora, Jakarta Barat, yang mengalami kerusakan berat hingga tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan perbaikan sekolah tersebut dapat mulai dikerjakan pada 2027.
Rencana tersebut disampaikan Pramono saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026). Ia menyebut revitalisasi TK Negeri 01 Tambora telah masuk dalam agenda pemerintah daerah dan dokumen perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED) telah disiapkan.
“TK 01 itu sementara ini menempati area di SMP 32. Dan di tahun ini TK tersebut sudah masuk dalam rencana untuk dilakukan revitalisasi, DED-nya sudah masuk,” kata Pramono, dikutip dari Liputan6, Sabtu (24/10/2026).
Ia berharap pekerjaan perbaikan dan pembangunan kembali gedung sekolah tersebut dapat dimulai pada tahun mendatang. Pramono juga telah meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memprioritaskan penanganan sekolah itu agar pelaksanaan revitalisasi tidak kembali tertunda.
Kerusakan bangunan TK Negeri 01 Tambora sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kondisi gedung yang memprihatinkan beredar di media sosial. Bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat selama sekitar lima tahun, sehingga tidak lagi memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat pembelajaran yang layak.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar para siswa harus dipindahkan ke gedung sekolah lain. Sebelumnya, siswa sempat menempati area SMP Negeri 63 Jakarta sebelum akhirnya dipindahkan ke SMP Negeri 32 Jakarta pada April 2026.
Pemindahan dilakukan untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung meskipun gedung sekolah asal belum dapat digunakan. Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini sekitar 60 siswa TK Negeri 01 Tambora mengikuti pembelajaran sementara di aula lantai satu SMP Negeri 32 Jakarta.
Keterbatasan ruang membuat kegiatan belajar di lokasi sementara perlu diatur secara bergiliran. Meski demikian, pemerintah daerah menyatakan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Pramono mengakui bahwa kondisi bangunan sekolah memang sudah tidak layak untuk menunjang kegiatan pendidikan. Karena itu, revitalisasi diperlukan agar para siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan memadai.
Di sisi lain, penyusunan perencanaan teknis menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan dilaksanakan. Bangunan TK Negeri 01 Tambora diketahui berstatus sebagai bangunan cagar budaya, sehingga proses perbaikannya perlu memperhatikan ketentuan pelestarian bangunan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mencatat perkembangan revitalisasi sekolah lainnya. Dari 19 sekolah yang masuk dalam program revitalisasi pada tahun sebelumnya, sebanyak 16 sekolah telah selesai diperbaiki, sedangkan tiga sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Untuk keseluruhan program revitalisasi tersebut, Pramono menyebut anggaran yang dialokasikan mencapai Rp876,79 miliar dengan dukungan DPRD DKI Jakarta.
Revitalisasi TK Negeri 01 Tambora diharapkan dapat memberikan kepastian bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik mengenai keberadaan fasilitas pendidikan yang layak. Pemerintah daerah kini perlu menindaklanjuti perencanaan yang telah disiapkan agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.









