Sembilan Pelajar Raih Penghargaan Lomba Cerita Fiksi PLKI 2026, Diikuti Lebih dari 400 Karya

Nasional130 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID — Sembilan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam Lomba Menulis Cerita Fiksi Persekutuan Literatur Kristen Indonesia (PLKI) 2026. Kompetisi yang diikuti siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) tersebut diumumkan pada Jumat (2/10/2026).

Pengumuman pemenang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Road to Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026. Kegiatan pameran buku internasional tersebut berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.

Kompetisi ini menarik perhatian pelajar dari berbagai wilayah Indonesia. Pendiri Tangan Terbuka Media, Pdt Yoel Indrasmoro, menyampaikan bahwa lebih dari 400 cerita fiksi dikirimkan oleh siswa dari lebih dari 150 sekolah.

Menurut Yoel, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan. Ia berharap seluruh peserta, baik yang memperoleh penghargaan maupun belum berhasil menjadi juara, tetap bersemangat menghasilkan karya.

Ia juga berharap karya-karya tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kasih Tuhan kepada para pembaca sekaligus mendorong semakin banyak pelajar untuk menulis.

Dalam kompetisi tersebut, para pemenang terbagi ke dalam tiga kategori pendidikan dengan masing-masing tiga peraih juara.

Pada jenjang SD, juara pertama diraih Pearl Daniella Pua dari SD Kristen Charis, Malang, melalui cerita berjudul “Pelari dari Bukit Indah”. Posisi kedua ditempati Micheline Ilona Clairine Marli dari SD Santa Angela Bandung dengan karya “Luna, Si Gigih dan Mimpi Besarnya”. Sementara juara ketiga diraih Clayrine Feodora Silitonga dari SD Strada Bhakti Wiyata Bekasi melalui cerita “Langkah yang Tak Pernah Menyerah”.

Untuk kategori SMP, Giselle Jennifer Wijaya dari SMPK 5 BPK Penabur Bandung berhasil meraih juara pertama melalui cerita “Detektif Freya”. Juara kedua diraih Alexandra Emanuella dari SMPK Penabur Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, dengan karya “Bukan Kain Jemuran Berjalan”. Adapun juara ketiga diperoleh Maysty Jocelyn Lindsey Salampessy dari SMP Kristen Gloria 2 Surabaya melalui cerita “Tempat Baru, Cerita Baru”.

Sementara itu, pada jenjang SMA/SMK, Jocelyn Ariel Wijaya dari SMA Katolik St Albertus Malang meraih juara pertama dengan karya “Cahaya di Belakang Jendela”. Juara kedua diraih Metania Ruth Petra Simanjuntak dari SMAN 13 Kota Bekasi melalui cerita “Bukan Kemegahan Fana”. Posisi ketiga ditempati Elaine Leonora Albert dari Tunas Bangsa Gading Serpong dengan karya “Natal yang akan Selalu Kuingat di Hati”.

Sejumlah karya peserta turut mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya cerita Alexandra Emanuella yang membahas fenomena people pleaser, yakni kecenderungan seseorang untuk selalu berusaha menyenangkan orang lain hingga kesulitan menolak permintaan.

Melalui cerita tersebut, Alexandra menggambarkan perjuangan seorang tokoh yang pemalu dalam menghadapi persoalan pertemanan, belajar mengatakan tidak, hingga berani memperjuangkan keinginannya.

Karya Micheline Ilona juga mengangkat tema perjuangan meraih cita-cita. Ceritanya berkisah tentang seorang anak perempuan yang ingin mengikuti lomba lari, tetapi harus menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari biaya perlombaan, tidak adanya pelatih, hingga kurangnya kekompakan dengan teman-temannya.

Selain sembilan pemenang, karya Nathan Mishael Kurniawan dari SDK 6 Penabur Jakarta turut mendapat perhatian. Naskah berjudul “Perjalanan Mikael Menuju Garis Akhir” dipilih untuk dibacakan dalam rangkaian pengumuman pemenang karena dinilai memiliki kreativitas, unsur humor, serta alur cerita yang konsisten.

Cerita tersebut mengisahkan perjuangan seorang siswa atlet asal Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki cita-cita mengikuti kejuaraan lari di Jakarta. Melalui kisah itu, pembaca diajak memahami arti kegigihan, persahabatan, dan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Penyelenggaraan Lomba Menulis Cerita Fiksi PLKI 2026 menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong budaya literasi di kalangan pelajar. Melalui kompetisi ini, siswa diberikan ruang untuk mengembangkan imajinasi, menuangkan pengalaman, serta menyampaikan pesan melalui karya sastra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *