Teliti Burnout Akademik, Rachel Nasha Aziza Raih Predikat Wisudawan Terbaik Psikologi UB

Nasional188 Dilihat

MALANG, SUARAGURU.ID — Rachel Nasha Aziza berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB). Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,95 melalui penelitian mengenai hubungan perfeksionisme dan kejenuhan akademik atau academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir.

Penelitian berjudul “Hubungan antara Perfeksionisme dan Academic Burnout pada Mahasiswa Tingkat Akhir” tersebut berangkat dari pengamatan Rachel terhadap berbagai tekanan yang dihadapi mahasiswa menjelang kelulusan. Mulai dari tuntutan menyelesaikan skripsi, memenuhi target akademik, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Rachel menilai berbagai tuntutan tersebut dapat membuat mahasiswa menetapkan standar yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Namun, dorongan untuk mencapai kesempurnaan juga berpotensi menimbulkan tekanan apabila mahasiswa merasa harus memenuhi ekspektasi yang sulit dicapai.

Hasil penelitian Rachel menunjukkan adanya hubungan antara perfeksionisme dan academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Dari tiga dimensi perfeksionisme yang diteliti, standar tinggi yang dirasakan seseorang harus dipenuhi karena ekspektasi orang lain memiliki hubungan paling kuat dengan kejenuhan akademik.

“Menurut saya, perfeksionisme tidak sesederhana ingin melakukan sesuatu dengan baik,” jelas Rachel, dikutip dari pemberitaan detikEdu, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa standar tinggi tidak selalu memberikan dampak negatif. Bagi sebagian mahasiswa, standar tersebut dapat menjadi motivasi untuk memperoleh hasil terbaik. Namun, ketika standar yang harus dipenuhi berasal dari tekanan atau harapan orang lain, kondisi tersebut dapat menjadi beban tersendiri.

Menariknya, Rachel juga mengaku pernah mengalami kejenuhan akademik ketika menyelesaikan penelitiannya. Perfeksionisme yang dimilikinya membuat proses pengerjaan tugas akhir menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Pengalaman tersebut justru membantunya memahami persoalan yang diteliti. Ia juga menemukan banyak mahasiswa tingkat akhir yang merasa dekat dengan topik penelitiannya, sehingga semakin menyadari pentingnya pembahasan mengenai kesehatan psikologis di lingkungan perguruan tinggi.

Ketertarikan Rachel terhadap ilmu psikologi sendiri berawal dari rasa ingin tahunya mengenai cara manusia berpikir, merespons situasi, dan mengambil keputusan. Selama berkuliah di Universitas Brawijaya, ia memperoleh pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melibatkan berbagai praktik psikologi.

“Selama menjadi mahasiswa Psikologi UB, pengalaman yang paling berkesan adalah proses pembelajarannya yang cukup hands on,” ungkapnya.

Di luar kegiatan akademik, Rachel aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan. Ia bergabung dengan Girl Up Brawijaya dan pernah meraih penghargaan *Best Team Leader*. Dalam organisasi tersebut, ia terlibat di bidang External Relations dan Social Media.

Rachel juga mengikuti kegiatan kolaborasi nasional dan internasional bersama organisasi Girl Up dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Girl Up Harvard, dan Girl Up USA. Melalui berbagai kegiatan tersebut, ia mempelajari isu feminisme interseksional dan kesetaraan gender.

Selain itu, Rachel turut terlibat dalam kepanitiaan Brawijaya Film Festival. Berbagai pengalaman organisasi tersebut membantunya mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, serta pemecahan masalah.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Rachel kini memasuki tahap baru untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan dan bidang yang ingin ditekuni selanjutnya.

Kisah Rachel sekaligus menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan psikologis mahasiswa, khususnya mereka yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Tekanan akademik dan ekspektasi lingkungan perlu dikelola secara seimbang agar upaya mencapai prestasi tidak mengabaikan kesejahteraan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *