Pengelolaan Sekolah Garuda Bakal Dialihkan ke BP URI, Dana Abadi Capai Rp6,1 Triliun

Nasional128 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID – Pemerintah berencana mengalihkan pengelolaan SMA Unggul Garuda kepada Badan Pengelola Universitas Republik Indonesia (BP URI). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan sistem pendidikan unggulan nasional sekaligus menjamin keberlanjutan program pengembangan talenta muda Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan bahwa pengalihan pengelolaan tersebut akan dilakukan setelah empat SMA Unggul Garuda Baru selesai dibangun. Meski terjadi perubahan tata kelola, pemerintah memastikan program Sekolah Garuda tetap dilanjutkan.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (22/10/2026), Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurut Stella, peserta didik yang diterima merupakan siswa berkemampuan akademik tinggi dari berbagai daerah. Sebagian besar berasal dari kelompok desil empat dan memperoleh beasiswa penuh untuk biaya pendidikan maupun asrama.

“Kalau khawatir, apakah program yang investasinya besar ini akan terus berlanjut? Lanjut!” tegas Stella.

Saat ini, program Sekolah Garuda mencakup empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi. Empat sekolah baru tersebut berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara; Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Soe, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Sekolah Garuda Transformasi dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang telah ada dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan 100 Sekolah Garuda yang terdiri atas 20 SMA Unggul Garuda Baru dan 80 SMA Unggul Garuda Transformasi. Pengalihan pengelolaan kepada BP URI diharapkan dapat mendukung koordinasi dan pengembangan program tersebut secara lebih terintegrasi.

Selain perubahan tata kelola, keberlanjutan Sekolah Garuda juga didukung melalui skema dana abadi. Stella mengungkapkan bahwa dana abadi program tersebut saat ini telah mencapai Rp6,1 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp24,2 triliun pada 2029.

Dana tersebut direncanakan digunakan setelah 2029 untuk mendukung kelangsungan program dalam jangka panjang. Dengan mekanisme pendanaan tersebut, pemerintah berharap operasional Sekolah Garuda tidak hanya bergantung pada alokasi anggaran tahunan.

Sekolah Garuda sendiri merupakan program pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan siswa berprestasi agar mampu bersaing di tingkat global. Pengembangan sekolah ini juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa yang memiliki potensi akademik tinggi, tanpa menjadikan kondisi ekonomi keluarga sebagai penghalang.

Melalui pengalihan pengelolaan kepada BP URI dan penguatan dana abadi, pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan unggulan yang berkelanjutan. Target pengembangan sekolah hingga 2029 diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar bagi talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *