LUBUKLINGGAU,SUARARURU.ID — Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tahun 2025, PGRI Kota Lubuklinggau bersama Universitas PGRI Silampari (UNPARI) menggelar kegiatan sosial berupa aksi donor darah yang akan dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di Aula Embun Semimbar UNPARI, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Ketua PGRI Kota Lubuklinggau, Ar Rasyid, S.Pd., menyampaikan ajakan kepada seluruh guru di Kota Lubuklinggau untuk turut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa aksi sosial seperti donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian guru terhadap sesama.
“Mari tunjukkan semangat kepedulian dalam rangka HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional tahun 2025. Kita tidak hanya mendidik dengan ilmu, tetapi juga berbagi kehidupan lewat setetes darah yang berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ar Rasyid penuh semangat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT PGRI, Irfansyah, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk mempererat tali kebersamaan dan menumbuhkan rasa empati di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli di kalangan guru. Donor darah adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama dan kontribusi kecil yang berdampak besar bagi kemanusiaan,” ungkap Irfansyah.
Panitia menyediakan tautan pendaftaran daring untuk mempermudah para guru yang ingin menjadi peserta donor darah. Antusiasme guru-guru di Kota Lubuklinggau pun mulai terlihat sejak tautan pendaftaran dibagikan melalui jaringan PGRI di sekolah-sekolah. Di bwah ini adalah link pendaftaran bagi guru, dosen, dan mahasiswa yang ingin ikut berfartisipasi dalam kegiatan ini 👇
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdSJx8LT6oUUwz7dBxVWCftD2cVeYwtgtHAX-mt2OFnIlOEZA/viewform
Selain kegiatan donor darah, peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan lain yang bernuansa edukatif dan sosial, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi simbol bahwa guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga penggerak nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, semangat “Guru Peduli, Guru Berbagi” benar-benar hidup dan terasa di bumi Silampari.
Dengan semangat kebersamaan, guru-guru Lubuklinggau kembali membuktikan bahwa pengabdian mereka tak hanya berhenti di depan papan tulis, tetapi juga menetes bersama darah yang mereka donorkan sebagai wujud kasih, pengorbanan, dan kepedulian bagi sesama. (uk)









