SMK Karya Bhakti Brebes Belum Serahkan Ijazah Alumni, Anak Yatim Gagal Daftar Kuliah

Guru, Nasional, Sekolahku156 Dilihat

BREBES, SUARAGURU.ID – Kesempatan Dio Aprianto, alumni SMK Karya Bhakti Brebes, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur beasiswa terhambat. Ijazah yang menjadi salah satu persyaratan pendaftaran masih berada di sekolah karena keluarganya belum mampu melunasi tunggakan biaya pendidikan.

Dio lulus dari SMK Karya Bhakti Brebes pada 2020. Enam tahun kemudian, ijazahnya belum diambil. Pada Senin, 29 Juni 2026, Dio bersama ibunya, Wastiah (51), mendatangi sekolah untuk mengambil ijazah. Namun, mereka menerima rincian tunggakan administrasi sebesar Rp 3.600.000 dan pulang tanpa membawa dokumen tersebut.

Menurut Wastiah, tunggakan itu terdiri atas SPP, les, dan daftar ulang sebesar Rp 1.550.000, biaya foto Rp 25.000, kenang-kenangan Rp 350.000, uang gedung Rp 1.500.000, serta biaya lain-lain Rp 175.000.

“Anak saya lulus tahun 2020, ijazahnya masih di sekolah karena belum bayar kekurangannya Rp3,6 juta,” katanya, Kamis, 2 Juli 2026.

Wastiah mengaku belum mampu melunasi tunggakan tersebut. Sejak suaminya meninggal dunia, ia menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan pecel lele di kawasan Alun-alun Brebes. Saat Dio lulus sekolah pada 2020, usahanya ikut terdampak pandemi Covid-19.

“Saya jualan di Alun-alun Brebes, waktu Dio lulus tahun 2020 itu pas ada virus Corona tidak bisa jualan. Sampai sekarang belum ada biaya untuk melunasi tunggakan,” tambahnya.

Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, membantah bahwa pihak sekolah menahan ijazah atas nama Dio Aprianto. Menurut dia, ijazah tersebut belum diambil karena tunggakan biaya pendidikan belum diselesaikan.

Ia mengatakan Dio bukan satu-satunya alumni yang belum mengambil ijazah. Menurutnya, masih ada lulusan tahun 2017 yang hingga kini belum mengambil dokumen kelulusannya. Soal tunggakan biaya, ia menyebut hal itu menjadi tanggung jawab orang tua.

“Saya sodorkan catatan itu karena orang tua bertanya kekuarangannya berapa. Saya kalau ketemu sama orang (yang menunggak), saya sampaikan bahwa saya sebatas karyawan biasa, saya ada pertanggungjawaban kepada pimpinan, dan pimpinan juga ada pertanggungjawaban dengan yayasan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *