Bupati Muratara Minta Orang Tua Cegah Tawuran Pelajar Antar Desa

Opini, Sekolahku126 Dilihat

MURATARA, SUARAGURU.ID– Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Devi Suhartoni, mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mencegah perkelahian antarpelajar yang melibatkan siswa dari desa berbeda. Ia meminta keluarga dan pihak sekolah memperkuat pendidikan karakter agar anak-anak tidak terlibat perundungan maupun aksi tawuran.

Imbauan tersebut disampaikan Devi pada Kamis (22/10/2026), menyusul adanya laporan dari sejumlah orang tua mengenai perkelahian pelajar yang melibatkan siswa dari desa berbeda di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Menurut Devi, perkelahian kerap bermula ketika para pelajar berkumpul dengan kelompok masing-masing, kemudian terlibat perselisihan yang berujung pada aksi kekerasan secara beramai-ramai. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar konflik tidak semakin meluas.

Ia menegaskan, orang tua memiliki peran penting dalam mengingatkan anak untuk tidak melakukan perundungan, berkelahi di sekolah, ataupun terlibat tawuran setelah jam pelajaran berakhir.

“Saya minta dan ingatkan untuk para orang tua anak-anak yang sekolah hendaknya secara berulang kali diingatkan anak-anaknya. Untuk tidak membully teman, tidak berantam di sekolah. Tidak berantam di pulang sekolah,” tegas Devi.

Selain mencegah kekerasan, ia juga meminta orang tua menanamkan sikap empati, kepedulian, dan kebiasaan menyelesaikan masalah secara damai. Menurutnya, keluarga seharusnya berperan sebagai penengah ketika anak menghadapi konflik, bukan justru memperkeruh keadaan dengan membela kelompok atau menunjukkan kekuatan keluarga.

Devi turut menyoroti penyelesaian perselisihan antarpelajar yang berpotensi menimbulkan tuntutan biaya dalam jumlah besar. Ia mengimbau agar proses perdamaian dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing keluarga.

“Kita hidup berdampingan, bermasyarakat dan masih satu rumpun. Kedepankan kebaikan apalagi masalah anak-anak sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Devi meminta para guru turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan, termasuk pendidik di jenjang SMA yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Ia berharap pesan tentang bahaya perkelahian dan pentingnya menjaga hubungan antarsiswa dapat disampaikan secara berulang dalam lingkungan pendidikan.

Menurutnya, para pelajar seharusnya memusatkan perhatian pada pendidikan dan mempersiapkan masa depan melalui jenjang perguruan tinggi, bukan terlibat dalam konflik antarkelompok.

“Tidak musim lagi keroyokan antar siswa antar desa. Sampaikan secara terus menerus ke anak-anak didik kita,” pungkasnya.

Melalui imbauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara mendorong penguatan kerja sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pelajar. Pendidikan karakter dari rumah dan pembinaan di sekolah diharapkan dapat mencegah konflik berulang serta membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *