Hadiri Kemah Nasional PUI, Kapolri Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan

Event80 Dilihat

SUKABUMI, SUARAGURU.ID — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 5.499 peserta, yang terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, dan keluarga besar PUI. Di hadapan para peserta, Listyo Sigit menekankan bahwa keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan.

Menurut Kapolri, Indonesia merupakan negara besar yang dibangun berdasarkan kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman suku, budaya, dan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia dinilai dapat menjadi kekuatan apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan.

“Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Listyo Sigit.

Kapolri juga mengingatkan generasi muda agar nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dipahami sebagai hafalan. Nilai tersebut, menurutnya, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi penerus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit turut mengapresiasi PUI yang dinilai telah mempertahankan komitmen terhadap NKRI. Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.

Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Melalui kegiatan Pramuka, anak muda dapat belajar mengenai kedisiplinan, gotong royong, kemampuan bersosialisasi, kepedulian terhadap sesama, serta berbagai keterampilan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

Kapolri bahkan menceritakan pengalamannya menjadi anggota Pramuka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai SD, dari Siaga, sampai SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ujar Listyo Sigit.

Selain persoalan persatuan, Kapolri menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan Indonesia.

“Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

Pemerintah, kata Listyo Sigit, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi kepemimpinan.

Di sisi lain, generasi muda diminta menjauhi berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial.

Kapolri juga mendorong anak muda memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Smartphone, mesin pencari, media sosial, dan berbagai teknologi digital dapat digunakan sebagai sarana untuk belajar serta mengembangkan kemampuan apabila dimanfaatkan secara bijak.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Listyo Sigit.

Ia juga mengapresiasi peran Pramuka dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana serta terlibat dalam pelayanan masyarakat. Para anggota Pramuka didorong menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan melalui gerakan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi mitra bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *