Kabut Asap Mulai Berkurang, Sejumlah Sekolah di Palembang Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sekolahku59 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Berkurangnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, membuat sejumlah sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (26/10/2026). Kebijakan ini disambut antusias oleh siswa dan orang tua setelah kegiatan belajar sebelumnya dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Salah satu sekolah yang kembali menggelar PTM adalah SD Negeri 02 Palembang. Kepala sekolah, Deni Akbar, mengatakan kegiatan belajar di kelas kembali dilaksanakan setelah sekolah menerapkan PJJ sejak 9 September 2026 akibat kondisi kabut asap.

Menurut Deni, turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir turut membantu memperbaiki kondisi lingkungan sehingga kegiatan belajar secara langsung dapat kembali dilakukan. Para siswa pun menunjukkan semangat tinggi karena telah cukup lama mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Alhamdulillah berjalan lancar, karena ditambah hujan juga kan, jadi alhamdulillah kabut asap mulai menghilang. Karena sudah terlalu lama kita tidak berkegiatan karena asap, jadi anak-anak hari ini (Senin) antusiasnya luar biasa untuk pembelajaran tatap muka,” ujar Deni kepada detikSumbagsel, Senin (26/10/2026).

Meski kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah, jadwal masuk siswa masih disesuaikan dengan ketentuan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Selama kondisi kabut asap belum sepenuhnya pulih, kegiatan belajar dimulai pukul 08.00 WIB untuk menghindari paparan udara yang kurang baik pada pagi hari.

Deni menjelaskan, apabila kondisi udara telah kembali normal, jam pembelajaran akan dikembalikan seperti jadwal semula. Pengaturan waktu pulang juga tetap menyesuaikan pembagian kelas pagi dan siang yang berlaku di sekolah tersebut.

Pihak sekolah tetap menerapkan langkah antisipasi meskipun kabut asap mulai berkurang. Siswa diimbau menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar kelas, serta tetap berada di dalam ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Guru juga diminta mengawasi kondisi siswa selama kegiatan belajar berlangsung.

Deni berharap hujan dapat terus turun secara rutin sehingga kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas pendidikan. Ia menilai pembelajaran tatap muka memberikan kesempatan bagi guru untuk berinteraksi langsung dengan siswa, sekaligus memudahkan proses penyampaian materi.

“Mudah-mudahan hujannya tetap berlangsung secara rutin, dan bisa menghilangkan kabut asap, agar pembelajaran itu tidak mesti PJJ lagi. Jadi pembelajaran bisa kita lakukan secara normal, secara utuh di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan perangkat komunikasi digital yang dimiliki sebagian siswa. Tidak semua keluarga mempunyai telepon genggam atau laptop yang memadai untuk menunjang pembelajaran daring.

Untuk mengatasi kendala tersebut, para guru tetap datang ke sekolah dan menyampaikan materi melalui aplikasi Zoom dari ruang kelas masing-masing. Apabila jaringan internet mengalami gangguan, pembelajaran dialihkan melalui panggilan video WhatsApp. Guru juga memberikan tugas susulan kepada siswa yang mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran daring.

Selain SD Negeri 02 Palembang, SD Negeri 184 Palembang juga kembali melaksanakan PTM pada hari yang sama.

Kembalinya pembelajaran langsung mendapat sambutan positif dari orang tua siswa. Amalia, salah satu wali murid, mengatakan dirinya menyambut baik keputusan sekolah karena anak-anak sudah cukup lama belajar dari rumah.

“Ya yang jelas kita sambut baiklah karena sudah lama juga PJJ,” ujarnya.

Wali murid lainnya, Lia, juga berharap kondisi kabut asap segera membaik agar semakin banyak sekolah dapat kembali mengadakan pembelajaran tatap muka. Ia turut meminta agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian sehingga persoalan kabut asap tidak terus berulang.

Meski sejumlah sekolah telah kembali menggelar PTM, kebijakan tersebut belum berlaku seragam di seluruh wilayah Palembang. Pelaksanaan PTM maupun PJJ tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara di lingkungan masing-masing sekolah.

Dengan membaiknya kondisi cuaca, kegiatan belajar tatap muka diharapkan dapat berlangsung secara normal kembali. Namun, keselamatan dan kesehatan siswa serta tenaga pendidik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *