Kemdiktisaintek Dorong Kampus Tak Hanya Kejar Peringkat, tetapi Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Mahasiswa84 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur melalui posisi dalam pemeringkatan universitas. Capaian akademik dan reputasi global juga harus diikuti dengan kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, saat membuka konferensi internasional QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 bertajuk Advancing Education for Purpose and Impact di Bali International Convention Centre, Bali, Selasa (3/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, BINUS University dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum pendidikan tinggi internasional.

Badri menjelaskan, selama ini pemeringkatan perguruan tinggi umumnya mengacu pada sejumlah indikator internal, seperti jumlah penelitian, sitasi ilmiah, serta reputasi akademik. Menurutnya, indikator tersebut tetap penting untuk meningkatkan daya saing universitas di tingkat internasional.

Namun, pencapaian peringkat tinggi seharusnya tidak hanya menjadi simbol prestise institusi. Perguruan tinggi perlu memanfaatkan reputasi dan kapasitas akademiknya untuk menghasilkan perubahan positif di lingkungan sekitar.

“Prestise global yang ditangkap metrik itu harus jadi mesin pendorong untuk berdampak di lingkungan masyarakat. Ketika universitas meningkat di taraf global, maka ada tanggung jawab agar dunia di sekitarnya juga meningkat,” ujar Badri.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam proses pendidikan. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memberikan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga membangun pemahaman mahasiswa mengenai tujuan dan manfaat dari ilmu yang mereka pelajari.

Menurut Badri, mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab etis, serta empati agar hasil inovasi dan penelitian yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok marginal.

Sebagai contoh, hasil penelitian di bidang pertanian diharapkan dapat membantu petani lokal menghadapi dampak perubahan iklim. Begitu pula inovasi teknologi energi bersih yang dikembangkan mahasiswa teknik seharusnya mampu memberikan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Ia menilai keberhasilan perguruan tinggi perlu dilihat dari kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Dampak diukur dari seberapa efektif perguruan tinggi mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil, mengentaskan kemiskinan, dan menjaga planet kita yang rentan. Pemeringkatan memberi kita kredibilitas untuk memimpinnya, dan dampak adalah bukti bahwa kita sudah memimpin dengan baik,” tuturnya.

Melalui pandangan tersebut, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menyelaraskan pencapaian akademik dengan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, universitas tidak hanya dikenal karena reputasi dan peringkatnya, tetapi juga mampu menghadirkan solusi melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *