Empat Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rupit Muratara, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Mahasiswa61 Dilihat

MURATARA, SUARAGURU.ID– Musibah terjadi di Sungai Rupit, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), saat empat mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaporkan tenggelam. Dari empat korban, satu mahasiswa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika para mahasiswa berada di sekitar aliran Sungai Rupit. Berdasarkan informasi awal, mereka diduga terseret arus sungai yang cukup deras hingga menyebabkan empat orang tenggelam. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang sehingga operasi pencarian langsung dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Musi Rawas Utara, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan menggunakan perahu dan penyisiran di sepanjang aliran sungai guna menemukan seluruh korban secepat mungkin.

Dalam proses pencarian, satu korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Sementara itu, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pencarian demi kelancaran proses evakuasi. Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada lokasi yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Insiden ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, rekan-rekan mahasiswa, serta civitas akademika. Diharapkan seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan, sementara evaluasi terhadap aspek keselamatan selama pelaksanaan kegiatan lapangan juga menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *