Ketegasan Guru Kerap Disalahpahami, Kepala SDIT Al Ikhlas: Semua Demi Pendidikan Karakter Anak

Sekolahku85 Dilihat

LUBUK LINGGAU, SUARAGURU.ID – Ketegasan guru dalam mendidik siswa kerap memunculkan beragam respons dari orang tua. Tidak sedikit yang menilai tindakan guru terlalu keras, padahal disiplin yang diterapkan bertujuan membentuk karakter dan tanggung jawab peserta didik. Hal inilah yang disoroti Kepala SDIT Al Ikhlas Lubuk Linggau dalam pandangannya mengenai pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga.

Menurut Kepala SDIT Al Ikhlas, masih ada orang tua yang salah memahami bentuk ketegasan guru di lingkungan sekolah. Padahal, guru memiliki tanggung jawab mendidik, membimbing, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.

Ia menjelaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk sikap, etika, serta kebiasaan baik peserta didik. Karena itu, teguran atau tindakan disiplin yang diberikan kepada siswa dilakukan dalam batas kewajaran dan semata-mata bertujuan mendidik, bukan menghukum.

“Kadang orang tua salah paham ketika anak mendapat teguran di sekolah. Padahal yang dilakukan guru adalah bagian dari proses pembelajaran agar anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya,” ujarnya, seperti dikutip dari Linggau Pos.

Kepala sekolah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua memiliki peran penting dalam melanjutkan pembiasaan positif yang telah diterapkan guru di rumah.

Apabila komunikasi antara guru dan orang tua berjalan baik, maka setiap persoalan yang dihadapi siswa dapat diselesaikan melalui musyawarah tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Ia berharap orang tua dapat memberikan kepercayaan kepada guru selama proses pembelajaran berlangsung, sekaligus terbuka untuk berdiskusi apabila terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci terciptanya hubungan harmonis antara sekolah dan wali murid. Dengan saling memahami peran masing-masing, guru dapat menjalankan tugasnya secara optimal, sementara orang tua tetap memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan anak.

Ketegasan guru, lanjutnya, seharusnya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan siswa. Sebab, pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.

Pihak sekolah berharap seluruh elemen pendidikan dapat memperkuat kolaborasi demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Dengan dukungan orang tua, guru akan lebih leluasa menjalankan perannya sebagai pendidik sekaligus pembimbing karakter.

Melalui kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga, diharapkan peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *