Penyaluran MBG di Lubuklinggau Dihentikan Sementara Selama PJJ, Insentif Relawan Ikut Terhenti

Sekolahku90 Dilihat

LUBUKLINGGAU, SUARAGURU.ID — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta didik di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dihentikan sementara sejak pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 10 Oktober 2026. Penghentian ini juga berdampak pada insentif relawan yang bertugas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator Wilayah MBG Lubuklinggau, Desi Puspasari, mengatakan distribusi makanan akan kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka diberlakukan kembali oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“ Saat ini belum ada penyaluran MBG sejak diberlakukan PJJ kemarin (10/10/2026). Oleh sebab itu, insentif untuk relawan juga off dulu. Nantinya akan diberlakukan lagi setelah Disdikbud kembali menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Kami menunggu edaran dari Disdikbud,” kata Desi.

Di tengah penghentian distribusi tersebut, Desi menyebutkan bahwa saat ini terdapat 38 dapur SPPG di Kota Lubuklinggau. Namun, satu dapur yang berada di Kecamatan Lubuklinggau Utara II masih dikenai penghentian operasional sementara karena belum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Desi, dapur tersebut sempat beroperasi untuk keperluan pengujian sampel makanan MBG. Setelah pengujian, operasionalnya kembali dihentikan sambil menunggu sertifikat diterbitkan.

Ia menjelaskan, dapur tersebut dapat kembali beroperasi setelah persyaratan administrasi dan sertifikasi yang diperlukan terpenuhi, termasuk keluarnya SLHS.

Selain itu, terdapat 12 calon dapur SPPG baru yang sedang dalam tahap persiapan untuk beroperasi di Kota Lubuklinggau. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas layanan MBG setelah dapur-dapur tersebut siap beroperasi.

Hingga Sabtu (17/10/2026), pihak Koordinator Wilayah MBG Lubuklinggau masih menunggu edaran Disdikbud mengenai penerapan kembali pembelajaran tatap muka sebagai acuan untuk melanjutkan penyaluran makanan kepada peserta didik.

Dengan demikian, penghentian sementara distribusi MBG di Lubuklinggau berkaitan dengan pelaksanaan PJJ, sedangkan satu dapur SPPG juga masih menunggu penerbitan SLHS sebelum dapat kembali beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *