Polda Babel Gandeng Mahasiswa Perangi Judi Online dan Penipuan Digital

Mahasiswa61 Dilihat

BANGKA BELITUNG, SUARAGURU.ID – Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) mengajak mahasiswa berperan aktif dalam mencegah penyebaran judi online dan penipuan digital di lingkungan kampus maupun masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi literasi digital agar generasi muda mampu mengenali modus kejahatan siber dan melindungi diri dari potensi kerugian.

Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Babel itu berlangsung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bangka Belitung pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa yang mendapatkan pemahaman mengenai bahaya perjudian daring dan berbagai bentuk penipuan melalui internet.

Kepala Bidang Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengatakan bahwa judi online dan penipuan digital menjadi persoalan sosial yang dapat berdampak luas, mulai dari kerugian individu hingga mengganggu kondisi ekonomi keluarga dan masyarakat.

Ia menjelaskan, edukasi kepada mahasiswa merupakan salah satu langkah pencegahan yang dilakukan kepolisian. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Polda Babel juga menegaskan komitmennya untuk menindak pelaku tindak pidana yang berkaitan dengan perjudian daring dan penipuan digital.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diimbau untuk memahami berbagai modus yang digunakan pelaku kejahatan siber. Kewaspadaan diperlukan ketika menggunakan telepon seluler, mengakses media sosial, maupun melakukan transaksi keuangan secara daring.

Agus juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi dan memastikan tujuan sebelum mengambil tindakan, terutama ketika menerima pesan, tautan, atau tawaran yang mencurigakan.

“Kami minta teman-teman semua bisa melakukan langkah-langkah pencegahan praktis dengan membangun kebiasaan aman ponsel, media sosial serta transaksi keuangan. Cek sumber, cek tujuan baru bertindak,” ungkapnya.

Selain membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai pencegahan kejahatan digital, Polda Babel mendorong mereka menjadi agen antijudi online dan penipuan digital. Mahasiswa diharapkan dapat menyebarkan informasi yang benar, mengingatkan orang-orang di sekitarnya, serta berperan aktif melaporkan indikasi situs yang mempromosikan perjudian daring.

Menurut Agus, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memperkuat upaya pemberantasan kejahatan digital. Peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat terdidik diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko aktivitas ilegal di ruang siber.

“Kami dari Kepolisian mengajak seluruh teman-teman untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama dalam pemberantasan judol dan penipuan online. Tolak judol, cegah penipuan, lindungi sesama,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Polda Babel berharap mahasiswa tidak hanya mampu menjaga keamanan diri saat beraktivitas di dunia digital, tetapi juga menjadi penggerak edukasi di lingkungan kampus dan masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas pencegahan judi online serta menekan risiko penipuan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *