Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya: Lulusan UI hingga Doktor Ekonomi di AS

Nasional182 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID— Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya menjadi Menkeu, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan kembali menduduki posisi tersebut dalam Kabinet Merah Putih sejak 2024. Pengalamannya di bidang kebijakan fiskal juga diperoleh ketika memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil dikenal sebagai ekonom dan akademisi. Ia memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang cukup panjang, mulai dari Universitas Indonesia hingga dua perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Pendidikan Suahasil dimulai di Universitas Indonesia (UI). Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Cornell University dan meraih gelar Master of Science (MSc). Sementara pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang ekonomi pada 2003.

Jika dirinci, riwayat pendidikan Suahasil Nazara adalah:

  • S1 Ekonomi, Universitas Indonesia, 1988–1994
  • S2 Master of Science, Cornell University, Amerika Serikat, 1995–1996
  •  S3 Doctor of Philosophy bidang Ekonomi, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, 2000–2003.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya, Suahasil kembali ke dunia akademik. Ia tercatat menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Di lingkungan FEB UI, ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan, antara lain Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004–2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005–2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009–2013.

Pada 2009, Suahasil juga memperoleh gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi. Bidang keahliannya di lingkungan akademik antara lain ekonomi pembangunan serta ekonomi regional dan perkotaan. Profil akademiknya di UI juga mencatat sejumlah penelitian dan publikasi yang berkaitan dengan bidang tersebut.

Karier Suahasil kemudian semakin banyak bersinggungan dengan kebijakan publik. Ia pernah menjadi bagian dari Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011 dan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada 2009–2015.

Pada 2010–2015, ia juga menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden. Suahasil turut tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013–2014.

Perjalanan Suahasil di Kementerian Keuangan mulai semakin kuat pada 2015. Ia menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sejak 6 Februari 2015, sebelum kemudian dilantik sebagai Kepala BKF definitif pada 31 Oktober 2016. Posisi tersebut dijalankannya hingga 2019.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019. Ia kemudian kembali dipercaya menjadi Wamenkeu dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dilantik pada 21 Oktober 2024 sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih.

Kini, pengalaman panjang tersebut mengantarkan Suahasil ke posisi tertinggi di Kementerian Keuangan. Ia menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo Subianto, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Usai dilantik, Suahasil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar dirinya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. APBN juga diharapkan tetap mampu membiayai program-program prioritas pemerintah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Suahasil menegaskan bahwa APBN harus tetap sehat dan kredibel agar dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas. Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan fiskal akan tetap memperhatikan batas defisit sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan latar belakang akademisi, ekonom, mantan Kepala BKF, serta pengalaman panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil kini menghadapi tugas mengelola kebijakan fiskal Indonesia hingga akhir masa pemerintahan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *