Uncategorized839 Dilihat

SUARAGURU.ID – Seorang kepala sekolah bukan hanya pemimpin administrasi, tetapi juga teladan bagi guru, siswa, dan seluruh warga sekolah.

Wibawa dan pengaruh positif tidak datang begitu saja keduanya lahir dari sikap, perilaku, dan integritas yang konsisten. Karena itu, ada beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari oleh kepala sekolah agar kepemimpinannya tetap dihormati dan berdampak baik bagi lingkungan sekolah.

Berikut ini beberapa perilaku yang perlu dihindari!

1. Bersikap Otoriter dan Tidak Mau Mendengar
Kepala sekolah yang terlalu memaksakan kehendak tanpa mendengar pendapat guru atau staf akan menciptakan suasana kerja yang kaku. Padahal, kepemimpinan yang baik justru tumbuh dari komunikasi dua arah dan keterbukaan terhadap masukan.

2. Tidak Adil dalam Mengambil Keputusan
Ketidakadilan, seperti membeda-bedakan guru atau murid, bisa merusak kepercayaan. Pemimpin yang berwibawa harus bisa bersikap netral dan menilai berdasarkan kinerja serta fakta, bukan kedekatan pribadi.

3. Mengabaikan Disiplin dan Tanggung Jawab
Kepala sekolah yang sering datang terlambat, menunda pekerjaan, atau abai terhadap aturan akan kehilangan wibawa di mata guru dan siswa. Teladan yang baik selalu dimulai dari kedisiplinan pemimpinnya.

4. Kurang Peduli terhadap Masalah Guru dan Murid
Kepala sekolah sebaiknya tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dihadapi warga sekolah. Sikap cuek dan tidak peduli bisa membuat guru kehilangan semangat, sementara murid merasa tidak diperhatikan.

5. Terlalu Sibuk dengan Urusan Pribadi atau Luar Sekolah
Ketika kepala sekolah lebih sering meninggalkan sekolah untuk urusan di luar, kualitas manajemen akan menurun. Kehadirannya di sekolah adalah simbol tanggung jawab dan pengawasan yang nyata.

6. Berperilaku Kasar dan Tidak Sopan
Sikap temperamental, berbicara dengan nada tinggi, atau mempermalukan guru dan murid di depan umum adalah hal yang sangat merusak wibawa. Pemimpin sejati mampu mengendalikan emosi dan menunjukkan ketenangan dalam menghadapi masalah.

7. Tidak Transparan dalam Pengelolaan Sekolah
Kurangnya keterbukaan dalam penggunaan dana, penilaian kinerja, atau kebijakan sekolah bisa memunculkan kecurigaan. Kepercayaan hanya tumbuh bila kepala sekolah bersikap jujur dan transparan.

Kepala sekolah yang berwibawa bukan berarti keras dan ditakuti, melainkan dihormati karena keteladanan dan keadilannya. Dengan menghindari perilaku-perilaku di atas, kepala sekolah dapat membangun lingkungan sekolah yang sehat, produktif, dan penuh semangat.

Kepemimpinan yang positif akan menular mendorong guru untuk bekerja dengan hati, dan murid untuk belajar dengan gembira.

Semoga bermanfaat (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *