HUT ke-81 RI, Global Sevilla Dorong Pelajar Berani Berpikir Merdeka dan Bertanggung Jawab

Sekolahku97 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Global Sevilla School untuk menanamkan nilai kemerdekaan kepada generasi muda. Tahun ini, Global Sevilla mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dalam perayaan kemerdekaan di lingkungan sekolah.

Bagi Global Sevilla, makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bagaimana generasi muda memiliki kebebasan dalam berpikir, mampu menentukan pilihan, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan.

Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur, Andrew J Jules Soebali, mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Anak perlu memiliki ruang untuk bertanya, menyampaikan gagasan, dan membangun pemikirannya sendiri. Pada saat yang sama, mereka perlu belajar mengelola diri, memahami konsekuensi dari setiap pilihan, dan menggunakan kebebasan dengan bijaksana,” ujar Andrew.

Menurutnya, kemerdekaan dalam pendidikan juga berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter. Kebebasan berpikir harus berjalan bersama kemampuan mengendalikan diri dan memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Dalam lingkungan pendidikan Global Sevilla, nilai “berdaulat” diterjemahkan sebagai kemampuan siswa untuk berpikir jernih, menguasai diri, membedakan fakta dan disinformasi, serta menggunakan teknologi secara bijaksana.

Sementara itu, nilai “adil” diwujudkan melalui lingkungan belajar yang aman dan memberikan kesempatan yang setara kepada setiap siswa. Adapun “makmur” dimaknai sebagai kondisi ketika anak dapat berkembang dalam pengetahuan, kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, kedamaian, serta kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.

Head of School Pulo Mas sekaligus Sekretaris Yayasan Budi Pekerti Luhur, Purborini Sulistiyo, menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang membuat siswa merasa aman untuk menyampaikan pendapat dan belajar dari kesalahan.

“Ketika kemerdekaan diterjemahkan ke dalam kehidupan anak, sekolah harus menjadi tempat di mana mereka merasa aman untuk berpikir, bertanya, menyampaikan pendapat dan belajar dari kesalahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, merdeka dalam berpikir bukan berarti siswa dapat bertindak tanpa batas. Kebebasan tersebut justru perlu disertai kemampuan memilih secara sadar, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat.

Nilai tersebut kemudian diterapkan Global Sevilla melalui pendidikan karakter berbasis mindfulness. Para siswa diajak mengenali pikiran dan emosi sebelum menentukan respons terhadap suatu situasi. Pendekatan ini diharapkan membantu siswa tidak hanya memiliki kebebasan berpikir, tetapi juga mampu mengendalikan diri.

Global Sevilla juga menerapkan nilai P.R.I.D.E. yang mencakup sikap proaktif, menghargai keberagaman, memberikan manfaat bagi orang lain, memiliki ketekunan, serta mengejar keunggulan. Nilai-nilai tersebut diarahkan untuk membentuk siswa yang memiliki karakter sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Dalam perayaan HUT ke-81 RI tersebut, sejumlah siswa dan keluarga tokoh juga turut ambil bagian. Omi Komaria Madjid selaku Board of Governor Global Sevilla School membacakan Teks Proklamasi, sementara Shanika Thanaa Stokhorst menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera. Cleo Deomora Sihotang juga tampil membawakan modern dance.

Melalui momentum kemerdekaan ini, Global Sevilla menegaskan bahwa membentuk generasi muda yang merdeka dalam berpikir merupakan bagian dari investasi pendidikan untuk masa depan Indonesia. Generasi yang mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, mengendalikan diri, dan menggunakan kebebasannya secara bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi pembawa perubahan bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *