REJANG LEBONG, SUARAGURU.ID— Tiga mahasiswa Universitas Musi Rawas (UNMURA) membuat gebrakan di ajang inovasi tingkat mahasiswa. Membawa gagasan berbasis potensi lokal, mereka berhasil meraih predikat Juara Potensial dalam Gelar Inovasi yang digelar Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKN Rejang Lebong), Selasa, 29 September 2026.
Prestasi tersebut diraih tim yang beranggotakan Selva Maya Sari dari Program Studi Agroteknologi, Mirna Alhamda dari Program Studi Agribisnis, dan Syahrul Abdillah dari Program Studi Peternakan (PTR), dengan nama tim “Sirkular kreatif”.
Ketiganya tampil pada kategori inovasi nonmakanan, dalam ajang yang mengusung tema “Berakar dari Lokal, Berdampak secara Global.”

Tema tersebut menjadi napas utama dalam kompetisi yang memperlombakan tiga kategori, yakni teknologi, makanan, dan nonmakanan. Para peserta ditantang menghadirkan gagasan inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan potensi dan kebutuhan di lingkungan masyarakat.
Di tengah persaingan tersebut, tim mahasiswa UNMURA mampu menunjukkan kualitas gagasannya hingga mendapatkan perhatian dan apresiasi dari dewan juri.
Predikat Juara Potensial menjadi capaian penting bagi ketiga mahasiswa. Bukan semata karena gelar yang diraih, tetapi juga karena kompetisi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membawa gagasan dari ruang akademik ke arena yang lebih luas.
Kolaborasi tiga mahasiswa dari bidang keilmuan berbeda juga menjadi kekuatan tersendiri. Selva yang menekuni Agroteknologi, Mirna dari Agribisnis, dan Syahrul dari Peternakan dipertemukan dalam satu tim untuk mengembangkan gagasan inovasi.
Perbedaan latar belakang keilmuan justru menjadi modal untuk melihat inovasi dari berbagai sudut pandang, mulai dari aspek bahan dan teknologi, nilai ekonomi, hingga potensi pemanfaatannya.
Tim UNMURA tersebut mendapat bimbingan langsung dari salah satu Doktor berbakat universitas Musi Rawas yaitu Dr. Ririn Novita, S.Si., M.Pd.Si.
Keikutsertaan dalam Gelar Inovasi AKN Rejang Lebong sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi daerah memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan bersaing.
Bagi UNMURA, capaian ini menjadi tambahan energi untuk terus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang tidak berhenti di ruang kelas maupun laboratorium. Gagasan mahasiswa diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Sebab, inovasi tidak selalu harus berangkat dari sesuatu yang rumit. Ia bisa tumbuh dari apa yang tersedia di sekitar, berakar pada persoalan lokal, kemudian dikembangkan dengan kreativitas dan pengetahuan sehingga memiliki nilai yang lebih luas.
Dari panggung Gelar Inovasi AKN Rejang Lebong, tiga mahasiswa UNMURA telah menunjukkan satu hal: potensi lokal, ketika disentuh dengan gagasan dan kreativitas, mampu berbicara di panggung yang lebih luas.









