Delapan Siswa SMP di Tanggamus Alami Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Sekolahku64 Dilihat

LAMPUNG, SUARAGURU.ID– Delapan siswa SMP Negeri 1 Talangpadang, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/7/2026). Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil uji laboratorium.

Kapolsek Talang Padang, Iptu Harunur Rasyid, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi berkoordinasi dengan pihak sekolah, UPT Puskesmas Talangpadang, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Berdasarkan kronologi, makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum dibagikan kepada sekitar 830 siswa dan guru, seorang guru terlebih dahulu mencicipi makanan sebagai bagian dari prosedur. Setelah menunggu sekitar 15 menit tanpa muncul keluhan, makanan kemudian dibagikan kepada para siswa. Sekitar pukul 12.00 WIB, delapan siswa mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan sebagian mengalami diare sehingga langsung dibawa ke UPT Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari delapan siswa yang mengalami keluhan, lima siswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sedangkan tiga siswa lainnya masih menjalani observasi di puskesmas. Polisi memastikan kondisi para siswa terus dipantau hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.

Hasil pendataan sementara juga menemukan bahwa tidak seluruh siswa yang mengalami keluhan hanya mengonsumsi menu MBG. Berdasarkan hasil anamnesis tenaga kesehatan, lima dari delapan siswa mengaku sempat membeli dan menyantap sate usus yang dijual di kantin sekolah sebelum muncul gejala. Temuan tersebut menjadi salah satu aspek yang turut didalami dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, pihak SPPG Sinar Betung menyatakan seluruh bahan baku makanan diterima dalam kondisi baik dan diolah sesuai standar operasional. Adapun menu MBG yang disajikan pada hari itu terdiri dari nasi putih, ayam saus mentega, tahu goreng, tumis buncis dan jagung, serta buah jeruk.

Untuk memastikan penyebab kejadian, sampel makanan MBG serta sampel muntahan siswa telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar satu minggu. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar dan menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *