ITB Hadirkan Platform Kesehatan Digital untuk Warga Yapsi

Event9 Dilihat

JAYAPURA, SUARAGURU.ID – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) Kluster Kesehatan mengembangkan inovasi digital untuk membantu masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, memperoleh informasi layanan kesehatan dengan lebih mudah.

Inovasi tersebut berupa platform Lerehfarma.id, yang dikembangkan berdasarkan hasil survei dan temuan lapangan terkait kondisi kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan Distrik Yapsi. Platform ini menyediakan informasi fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, edukasi penyakit, data kesehatan, hingga kanal pengaduan masyarakat.

Platform tersebut diperkenalkan kepada masyarakat, tenaga kesehatan, kader kesehatan, karang taruna, serta anggota PKK dalam kegiatan edukasi kesehatan di Kawasan Transmigrasi Lereh. Kehadiran Lerehfarma.id diharapkan dapat membantu warga mengetahui ketersediaan obat sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Salah seorang tenaga kesehatan, Suster Sinta, mengapresiasi platform tersebut karena dinilai dapat membantu masyarakat mengakses informasi obat.

“Terima kasih telah dibuatkan web Lerehfarma. Jika obat kosong, warga bisa langsung tahu, tidak perlu jauh-jauh ke Pustu,” ujarnya.

Selain memperkenalkan teknologi digital, TEP ITB juga memberikan edukasi mengenai sejumlah penyakit yang banyak menjadi perhatian masyarakat setempat, seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies atau kudis.

Peserta kegiatan juga didorong untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Langkah ini diharapkan membuat edukasi kesehatan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Soroti Air Bersih dan Sanitasi

Persoalan air bersih turut menjadi perhatian tim. TEP ITB memberikan pelatihan sederhana kepada masyarakat untuk mengenali kondisi air menggunakan indikator pH universal.

Dalam pemeriksaan terhadap salah satu sumber air tadah hujan yang digunakan warga, tim menemukan nilai pH 5. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kualitas air serta menjaga sumber air dari pencemaran.

Sebelumnya, hasil asesmen TEP ITB juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah Yapsi menghadapi tantangan, mulai dari jarak antarkampung, kondisi jalan, keterbatasan fasilitas, ketersediaan obat dan alat kesehatan, hingga akses internet dan transportasi.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, tim juga menyediakan poster edukasi yang ditempatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu). Media tersebut dapat digunakan tenaga kesehatan dan kader untuk menyampaikan informasi mengenai pencegahan penyakit kepada masyarakat.

Kepala Kampung Tabbeyan turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap edukasi kesehatan dapat dilanjutkan melalui kerja sama pemerintah kampung dan kader kesehatan.

“Kegiatan siang ini sangat positif dan berterima kasih. Saat ini kades dan kader kampung bekerja sama untuk ke depannya agar pelatihan ini diteruskan ke warga,” ujarnya.

Melalui pengembangan Lerehfarma.id, edukasi kesehatan, serta penguatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan, TEP ITB berupaya membangun akses informasi kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat Distrik Yapsi. Program tersebut juga diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi pelayanan kesehatan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *