Jambore Batik Jawa Barat 2026 Luncurkan Buku Kinarya, Perkuat Literasi dan Pelestarian Batik

Event58 Dilihat

BANDUNG, SUARAGURU.ID – Upaya mendokumentasikan kekayaan budaya batik Jawa Barat dilakukan melalui peluncuran buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat dalam rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026. Buku tersebut disiapkan sebagai sumber referensi untuk mengenalkan karakter artistik dan identitas batik Tatar Sunda kepada masyarakat luas.

Peluncuran buku menjadi salah satu agenda utama hari kedua Jambore Batik Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Kota Bandung. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) ini juga mempertemukan perajin batik dari berbagai daerah untuk memperluas kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.

Ketua Umum YBJB, Sendy Dede Yusuf, mendorong keterlibatan para pembatik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, sekaligus mengundang perajin dari sentra batik nasional, seperti Pekalongan, Kudus, Yogyakarta, Lasem, Surabaya, Padang, hingga Lampung.

Pertemuan lintas daerah tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai teknik membatik, inovasi pewarnaan, perkembangan desain, serta tantangan menjaga keberlanjutan industri batik di tengah perubahan zaman.

Buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat disusun oleh tim penulis dari pengurus YBJB. Penerbitannya menjadi langkah untuk menghimpun pengetahuan mengenai perkembangan, kekayaan visual, dan ciri khas batik Jawa Barat agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Dokumentasi tersebut juga ditujukan bagi kalangan akademisi, peneliti, desainer, pemerhati budaya, serta masyarakat yang ingin memahami batik Jawa Barat secara lebih mendalam. Dengan adanya sumber tertulis, pengetahuan yang selama ini berkembang di kalangan perajin diharapkan dapat diwariskan secara lebih terstruktur.

Selain peluncuran buku, jambore menghadirkan diskusi dan talkshow bertajuk “Merayakan Batik dan Sinergitas Teknologi”. Forum ini membahas peluang pemanfaatan teknologi dalam pengembangan batik, mulai dari desain digital hingga penggunaan platform pemasaran modern.

Perpaduan tradisi dan teknologi dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri batik untuk menjangkau konsumen, mengikuti perkembangan pasar, serta meningkatkan daya saing produk. Meski demikian, inovasi tetap perlu menjaga keaslian motif, nilai budaya, dan filosofi yang melekat pada batik.

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan penampilan Paramitha Rusady dan peragaan busana karya desainer Deden Siswanto. Melalui koleksi yang ditampilkan, batik Jawa Barat diperkenalkan sebagai bagian dari karya fesyen kontemporer yang memiliki potensi untuk terus berkembang di industri kreatif.

YBJB berharap Jambore Batik Jawa Barat dapat menjadi agenda tahunan yang mempertemukan unsur budaya, pendidikan, teknologi, dan industri kreatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana memperkuat jaringan perajin, mendukung regenerasi pembatik, serta memperluas pengenalan batik daerah.

Melalui peluncuran buku Kinarya dan berbagai agenda kolaboratif tersebut, kekayaan batik Jawa Barat diharapkan semakin terdokumentasi dan dikenal luas. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *