Perkuat Jejaring Internasional, Dosen UNPARI Ikuti Mobility Academy ke Malaysia dan Singapura demi Tingkatkan Mutu SDM

Event10 Dilihat

Lubuklinggau, SUARAGURU.ID- Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen terus diperkuat Universitas PGRI Silampari (UNPARI) melalui pengiriman tenaga pendidik dalam program akademik internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperluas kolaborasi global sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Rektor UNPARI, Assoc. Prof. Dr. H. Rudi Erwandi, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi dosen menjadi salah satu prioritas utama institusi. Selain mengirimkan dua dosen untuk mengikuti program magang selama satu bulan di Jindal Global University, India, UNPARI juga mengutus dosen Program Studi Kewirausahaan, Ratih Eka Sakti, SE., MM., mengikuti kegiatan Mobility Academy di Malaysia dan Singapura.

Program Mobility Academy tersebut diselenggarakan Komunitas Dosen Multidisipliner Indonesia dengan melibatkan perwakilan dari 28 perguruan tinggi di Indonesia serta 18 institusi pendidikan tinggi di Malaysia dan Singapura. Kegiatan berlangsung pada 19–24 Juni 2026 sebagai wadah peningkatan kapasitas akademik sekaligus penguatan jejaring internasional bagi para dosen.

Selama mengikuti program, Ratih Eka Sakti mengunjungi sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), serta Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT) di Kuala Lumpur. Kunjungan tersebut diisi dengan berbagai agenda akademik, diskusi ilmiah, hingga pengembangan kerja sama lintas negara.

Ratih mengatakan keikutsertaannya dalam Mobility Academy didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kapasitas sebagai dosen yang tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu membangun kolaborasi internasional di bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari praktik baik perguruan tinggi di Malaysia dan Singapura sekaligus memperluas wawasan mengenai internasionalisasi pendidikan tinggi. Saya juga ingin mengembangkan kapasitas diri agar mampu menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan membawa manfaat nyata bagi institusi tempat saya mengabdi,” ujar Ratih.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang diikuti selama program memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga. Salah satunya adalah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di UTHM yang memperlihatkan implementasi tridarma perguruan tinggi dalam skala internasional.

Selain itu, Ratih juga mempresentasikan rancangan penelitian kolaboratif di UUM. Melalui forum tersebut, ia memperoleh berbagai masukan dari akademisi internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah bersama dengan mitra luar negeri.

Tak hanya itu, dirinya juga mengikuti seminar mengenai teknologi pendidikan di TAR UMT yang membahas pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan transformasi pendidikan tinggi di era modern. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran di lingkungan UNPARI.

“Usai mengikuti kegiatan ini, saya merasakan manfaat yang sangat besar, baik secara akademik maupun profesional. Banyak pengalaman, wawasan, serta peluang kerja sama yang bisa dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi di UNPARI,” ungkap Ratih.

Melalui partisipasi dosen dalam berbagai program internasional, UNPARI berharap mampu memperkuat budaya akademik yang berdaya saing global. Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kualitas penelitian, serta mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *