Kemdiktisaintek Siapkan Pelatihan Kepemimpinan untuk Rektor, Materi Antikorupsi Jadi Bagian

Event, Kampus Kami50 Dilihat

JAKARTA, SUARAGURU.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) angkatan pertama 2026 untuk memperkuat kapasitas rektor sekaligus menyiapkan calon pemimpin perguruan tinggi negeri (PTN). Program tersebut diluncurkan di Grha Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Program AKPT terbagi dalam dua kelas, yakni kelas pimpinan yang diikuti 34 rektor dari 34 PTN dan kelas future leaders dengan 61 peserta. Pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi kegiatan luring dan daring.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi mengatakan program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan rektor yang sedang menjabat, tetapi juga membangun talenta calon pemimpin perguruan tinggi.

“Antikorupsi bagian dari materi yang ada karena itu mungkin tidak terlepas dari sebuah kompetensi pemimpin yang diperlukan nantinya,” ujar Khairul.

Materi antikorupsi menjadi bagian dari penguatan integritas dalam kepemimpinan perguruan tinggi. Pembekalan tersebut juga berkaitan dengan pentingnya tata kelola yang baik di tengah adanya kasus korupsi yang melibatkan pimpinan perguruan tinggi.

Selain integritas, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai sembilan dimensi kompetensi, meliputi kepemimpinan strategis, good university governance, kepemimpinan akademik dan keuangan, pengembangan SDM serta budaya organisasi, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), diplomasi dan jejaring global, kepemimpinan berbasis nilai, serta pengembangan talenta unggul.

Rangkaian AKPT terdiri atas lima tahap pembelajaran yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi, yakni Binus, UGM, ITB, UI, dan Unair. Setiap peserta juga diminta menyusun serta menerapkan proyek transformasi di institusinya agar materi pelatihan dapat diterapkan secara langsung.

Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani menegaskan keberhasilan program diukur dari kemampuan peserta membawa perubahan di kampus masing-masing.

“Keberhasilan AKPT sejatinya tercapai jika para peserta dapat melakukan transformasi perguruan tingginya menjadi lebih akuntabel, transparan dan dalam pengambilan keputusan strategis berbasis data dan bukti,” tegas Suning.

Rangkaian program tersebut dijadwalkan mencapai puncaknya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 10 November 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *