SUARAGURU.ID-MUARA BELITI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Musi Rawas (UNMURA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Kali ini, mahasiswa KKN melaksanakan pelatihan diversifikasi olahan pepaya di Dusun IV, Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, dengan mengubah komoditas pepaya menjadi produk pangan bernilai jual tinggi yang berpotensi menjadi produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Air Satan dan berada di bawah bimbingan dosen Universitas Musi Rawas, yakni Dr. Ririn Novita, S.Si., M.Pd.Si., Radha Krishna Murti, M.Pd., serta Ir. Bagus Dimas Setiawan, S.Pt., M.Pt. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mentransfer pengetahuan mengenai pengolahan pangan yang higienis, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.
Kepala Desa Air Satan, Muhammad Nasir, mengapresiasi pelaksanaan program KKN yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Musi Rawas melalui mahasiswa KKN yang telah menghadirkan program pemberdayaan masyarakat ini. Selama ini pepaya hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, sehingga ketika panen melimpah harga sering mengalami penurunan. Melalui pelatihan ini, masyarakat memperoleh keterampilan baru untuk mengolah pepaya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Muhammad Nasir.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun IV Desa Air Satan, Antoni, S.Pd.I. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kelompok ibu rumah tangga dan pelaku usaha rumahan yang melihat peluang usaha baru dari hasil olahan pepaya.
“Masyarakat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Kami berharap ilmu yang diberikan mahasiswa dapat terus diterapkan sehingga mampu melahirkan produk khas Desa Air Satan yang memiliki daya saing di pasaran,” katanya.
Desa Air Satan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi produksi pepaya cukup besar. Namun selama ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual dalam bentuk segar dengan harga yang bergantung pada kondisi pasar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Universitas Musi Rawas menghadirkan solusi melalui diversifikasi produk sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajak mempraktikkan secara langsung proses pengolahan pepaya menjadi berbagai produk pangan inovatif yang memiliki cita rasa menarik dan daya simpan lebih lama. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan, teknik pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.


Dokumentasi Praktik Pembuatan Olahan Makanan di Desa Air Satan Dusun IV
Dosen pembimbing KKN, Dr. Ririn Novita, S.Si., M.Pd.Si., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
“Kami ingin masyarakat mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa. Pepaya bukan hanya menjadi komoditas konsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Inilah salah satu bentuk hilirisasi ilmu pengetahuan yang dibawa mahasiswa dari kampus kepada masyarakat,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi dan mengikuti praktik pembuatan produk olahan, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga simulasi pemasaran. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya kelompok usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dokumentasi kegiatan, Foto Aneka Olahan dari Pepaya
Program tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi yang baik antara Universitas Musi Rawas, Pemerintah Desa Air Satan, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal. Melalui kolaborasi ini, Desa Air Satan diharapkan mampu berkembang menjadi sentra produk olahan pepaya yang memiliki daya saing, sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi di Kabupaten Musi Rawas.
Melalui berbagai program KKN yang berorientasi pada solusi, Universitas Musi Rawas terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga konsisten menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.












