Polsek Linggau Utara Sosial SMA Kemala Taruna Bhayangkara di SMP Negeri 8 Lubuk Linggau

Menanam Harapan Pendidikan Unggul untuk Anak Bangsa dari Ujung Daerah

Beasiswa, Sekolahku173 Dilihat

LUBUKLINGGAU,SUARAGURU.ID –  Semangat perubahan dan harapan masa depan tampak jelas di wajah puluhan siswa kelas IX SMP Negeri 8 Lubuk Linggau, Rabu pagi (13/11/2025). Di ruang Laboratorium IPA sekolah yang berada di Jalan Nangka Lintas, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II itu, suara langkah dan percakapan siswa berhenti sejenak saat jajaran Polsek Lubuk Linggau Utara memasuki ruangan. Mereka datang bukan untuk patroli, bukan pula untuk penegakan hukum, melainkan membawa kabar baik tentang masa depan pendidikan generasi muda Indonesia.

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Lubuk Linggau Utara, Iptu Sumardi Chanda, bersama dua personel lainnya, mereka menggelar sosialisasi penerimaan peserta didik baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sekolah unggulan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kemala Bhayangkari Indonesia (YPKBI). Kehadiran mereka disambut hangat oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Waka Kesiswaan Tri Yulianti, S.Pd. dan Waka Humas Yulia, M.Pd.

Sosialisasi ini bukan sekadar menyampaikan informasi. Ia adalah jembatan antara cita-cita dan kesempatan antara anak-anak daerah dengan peluang emas menempuh pendidikan terbaik di Indonesia. Dengan penuh semangat, Iptu Sumardi menjelaskan bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara adalah sekolah berasrama (boarding school) yang menerapkan kurikulum internasional IB (International Baccalaureate) serta berbasis nilai-nilai kebhayangkaraan.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tapi mungkin terkendala ekonomi. Sekolah ini gratis, beasiswa penuh, dengan fasilitas terbaik dan bimbingan langsung dari tenaga pendidik profesional,” ujar Iptu Sumardi dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Polri untuk memperkenalkan sekolah binaan Bhayangkari di berbagai daerah. Di Kecamatan Lubuk Linggau Utara II sendiri, ada tiga SMP yang dipilih untuk kegiatan sosialisasi, yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 8 Lubuk Linggau.

Sekolah Gratis Berkelas Dunia

SMA Kemala Taruna Bhayangkara dirancang sebagai sekolah unggulan berstandar global. Nantinya, seluruh siswa akan menjalani pendidikan tahun pertama di Global Darussalam Academy, Kaliurang, Yogyakarta—sebuah lingkungan pendidikan terpadu yang memadukan akademik, karakter, dan kedisiplinan.

Syarat masuk sekolah ini pun cukup selektif. Selain harus sehat jasmani dan rohani, beriman, serta setia kepada Pancasila dan UUD 1945, calon siswa maksimal berusia 16 tahun per 1 Juli 2026. Dari segi akademik, nilai rata-rata Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris minimal 80 selama lima semester, atau memiliki skor IQ di atas 121 bila nilai belum memenuhi.

Para siswa juga wajib tinggal di asrama, disiplin terhadap tata tertib sekolah, dan menyerahkan dokumen lengkap seperti rapor, kartu keluarga, akta kelahiran, dan NISN. Proses pendaftaran bisa dilakukan secara offline melalui Polsek, Polres, SDM Polda terdekat, atau secara online di situs resmi YPKBI ppdb.kaderbangsa.foundation.

Menurut Ketua Pembina YPKBI, Dirgayuza Setiawan, lulusan dari SMA ini akan disiapkan untuk melanjutkan ke 100 universitas terbaik dunia, Akademi Kepolisian (Akpol), atau sekolah kedinasan lainnya. Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini membuka 140 beasiswa penuh bagi siswa-siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.

Amanat Presiden: Sekolah Unggul untuk Semua

Program ini sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa setiap anak Indonesia—tak peduli dari mana asalnya atau bagaimana kondisi ekonominya—harus punya kesempatan untuk belajar di sekolah dengan fasilitas terbaik.

“Anak-anak yang cerdas tapi tidak mampu, harus tetap punya jalan untuk jadi pemimpin masa depan. Tugas negara adalah membuka pintu itu,” demikian pesan Presiden yang kini diwujudkan lewat langkah konkret YPKBI bersama Polri.

Sosialisasi di SMP Negeri 8 itu berlangsung hangat dan penuh semangat. Beberapa siswa tampak antusias bertanya tentang kehidupan di asrama, peluang melanjutkan ke luar negeri, hingga bagaimana rasanya belajar di bawah sistem pendidikan Bhayangkara.

“Seru, saya jadi semangat ingin daftar. Apalagi kalau bisa lanjut kuliah ke luar negeri atau jadi polisi,” ujar Rafi, salah satu siswa kelas IX dengan mata berbinar.

Menyemai Mimpi di Tanah Sendiri

Sosialisasi sederhana di ruang lab itu mungkin hanya berlangsung kurang dari dua jam. Namun, dampaknya bisa jadi menembus batas waktu—menanamkan inspirasi dan membuka wawasan anak-anak muda Lubuk Linggau bahwa kesempatan besar tak selalu berada jauh di kota besar. Kadang, kesempatan itu datang mengetuk di depan kelas, dibawa oleh seseorang berseragam yang biasanya mereka lihat menjaga keamanan.

Kapolsek Sumardi berharap, kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat para siswa untuk berani bermimpi dan berjuang meraih masa depan.

“Kami ingin anak-anak di Lubuk Linggau punya semangat tinggi, percaya diri, dan yakin bahwa mereka juga bisa menjadi bagian dari generasi unggul Indonesia,” ujarnya penuh keyakinan.

Di akhir kegiatan, para siswa bertepuk tangan, beberapa mencatat alamat situs pendaftaran, dan beberapa lainnya berfoto bersama jajaran Polsek sebagai kenang-kenangan. Di wajah mereka tersirat harapan baru, harapan tentang masa depan yang lebih cerah, berawal dari ruang sederhana di sekolah yang mereka cintai. (Uk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *