Ruang Kecil, Mimpi Besar: Kisah Anak-anak Bandung Ujung Menemukan Dunia Lewat Literasi

 

LUBUKLINGGAU, SUARAGURU.ID— Sebuah ruang sederhana di Kantor Lurah Bandung Ujung, Jalan Haji Said, Kelurahan Bandung Ujung, Kota Lubuklinggau, kini memiliki cerita baru. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Posko 56 Universitas PGRI Silampari (UNPARI), ruang yang sebelumnya merupakan bagian dari fasilitas kantor kelurahan itu ditata dan dimanfaatkan menjadi ruang baca sekaligus ruang literasi bagi anak-anak.

Dari ruang sederhana tersebut, mahasiswa KKN mencoba menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, bercerita, dan berani tampil di depan orang lain.

Program unggulan KKN Tematik Literasi Bandung Ujung Posko 56 tidak berhenti pada penyediaan ruang baca. Mahasiswa juga mengajak anak-anak mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari bimbingan belajar, membaca nyaring, mengulas buku cerita, hingga membuat proyek berbasis buku bacaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi cara mahasiswa mendekatkan dunia buku dengan kehidupan anak-anak. Buku tidak hanya ditempatkan sebagai bahan bacaan, tetapi juga menjadi sumber ide untuk berkarya, berdiskusi, dan mengembangkan keberanian.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi adalah lomba membaca nyaring yang diikuti siswa dari SD Negeri 12 dan SD Negeri 13 Lubuklinggau.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak sekolah Devie Diniangsih, S.Pd., selaku guru pendamping SD Negeri 12 Lubuklinggau, sementara dari SD Negeri 13 Lubuklinggau didampingi Hanafi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri 13 Lubuklinggau.

Satu per satu peserta maju membawa bacaan masing-masing. Ada yang tampil percaya diri, ada pula yang sempat terlihat malu-malu. Namun, dukungan dari guru, teman-teman, dan mahasiswa KKN membuat suasana menjadi lebih hangat.

Melalui membaca nyaring, anak-anak tidak hanya dilatih membaca dengan lancar. Mereka juga belajar menggunakan intonasi, ekspresi, memahami tanda baca dan isi bacaan, sekaligus membangun keberanian untuk tampil di hadapan orang lain.

Setelah melalui proses penilaian, Nurul Qulby Ramadani dari SD Negeri 12 Lubuklinggau berhasil meraih Juara 1 lomba membaca nyaring. Kanzah Putri Delviand meraih Juara 2, sedangkan Adnan Al Pratama meraih Juara 3.

Selain membaca nyaring, mahasiswa KKN juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas melalui lomba mewarnai.

Untuk kategori tersebut, Afra Nailai Husna dari SD Negeri 13 Lubuklinggau meraih Juara 1, disusul Zelin Zahwa Keysah sebagai Juara 2, dan Alzena Azzaquira sebagai Juara 3.

Namun, bagi mahasiswa KKN Posko 56, penghargaan tidak hanya diberikan kepada mereka yang berhasil menjadi juara, anak-anak yang aktif berkunjung dan memanfaatkan ruang literasi juga mendapatkan hadiah apresiasi sebagai pengunjung ruang literasi. Mereka adalah Nasya, Aulia, Prima, Rangga, Zhakia, Bunga, Adelia, dan Kenzo.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi anak-anak dalam memanfaatkan ruang literasi. Sebab, bagi mahasiswa, kebiasaan datang, membaca, dan belajar merupakan bagian penting dari tumbuhnya budaya literasi.

Pemanfaatan ruang di Kantor Lurah Bandung Ujung sebagai ruang baca merupakan salah satu bentuk kreativitas mahasiswa KKN Posko 56. Ruang yang tersedia ditata dan dibentuk menjadi tempat yang lebih nyaman untuk kegiatan membaca dan pembelajaran anak.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa membangun budaya literasi tidak selalu harus dimulai dengan fasilitas yang besar. Sebuah ruangan sederhana, buku-buku yang tersedia, serta pendampingan yang konsisten dapat menjadi awal untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.

Sugeng Rianto, S.Sn., selaku Lurah Bandung Ujung, turut memberikan dukungan terhadap program literasi yang digagas mahasiswa KKN tersebut. Dukungan pemerintah kelurahan menjadi bagian penting dalam pemanfaatan ruang kantor sebagai ruang kegiatan literasi bagi anak-anak.

Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan dari Dr. Virry Grinitha, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Program KKN Tematik Literasi Posko 56 UNPARI dilaksanakan oleh Idham Wijaya Kusuma, Nabila Agustina, Dona Agustin, Vani Lisa Natalia, Adji Prahmana Putra, Sella Arvita Putri, Maria Wanda Angelita, Eka Purwati, Puspita Handayani, Muslihatul Anwaria, dan Suci Ramadhani.

Bagi mahasiswa, masa KKN pada akhirnya akan selesai. Mereka akan meninggalkan Kelurahan Bandung Ujung dan kembali menjalankan aktivitas akademiknya.

Namun, mereka berharap ada sesuatu yang tetap tinggal: bukan hanya ruang baca yang telah dibentuk, tetapi juga kebiasaan anak-anak untuk membuka buku, membaca cerita, bertanya, berkreasi, dan berani tampil.

Karena literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca. Literasi juga tentang keberanian untuk mengetahui lebih banyak, membayangkan sesuatu yang lebih besar, dan membuka kemungkinan baru melalui pengetahuan.

Dari sebuah ruang sederhana di Kantor Lurah Bandung Ujung, anak-anak diajak menemukan bahwa dunia, ada banyak cerita di dalam buku, banyak hal yang bisa dipelajari, dan banyak mimpi yang bisa dikejar*.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *