MANGGARAI TIMUR, SUARAGURU.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan SD Negeri Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masuk dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026. Perbaikan diprioritaskan untuk ruang kelas yang mengalami kerusakan berat serta sejumlah ruang belajar yang masih menggunakan bangunan darurat.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch. Salim Somad mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi SDN Mboeng. Perbaikan terhadap bagian sekolah yang rusak akan dilakukan dalam program revitalisasi tahun ini.
“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Salim.
SDN Mboeng saat ini memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar dan didukung 10 tenaga kependidikan. Dari lima bangunan permanen yang tersedia, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
Keterbatasan ruang membuat sekolah tersebut masih menggunakan empat ruang kelas darurat. Sebagian ruang belajar itu bahkan dibangun melalui swadaya orang tua siswa untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar.
Kondisi SDN Mboeng sebelumnya menjadi perhatian setelah kondisi fisiknya ramai dibicarakan di media sosial. Sorotan juga muncul karena sekolah tersebut menerima perangkat pendukung pembelajaran digital, sementara kondisi infrastruktur dan ketersediaan listrik di sekolah masih menjadi persoalan.
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa bantuan digitalisasi dan perbaikan infrastruktur merupakan program yang berjalan secara bersamaan. Berdasarkan data Dapodik, SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik sehingga menjadi salah satu sekolah yang menerima perangkat pembelajaran digital.
Revitalisasi juga tidak hanya menyasar SDN Mboeng. Kemendikdasmen mencatat 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran program revitalisasi hingga 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencakup 580 satuan pendidikan.
Untuk pelaksanaan program pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk mendukung revitalisasi sekolah di NTT.
“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” ungkap Salim.
Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan layak. Pemerintah juga menargetkan pembenahan infrastruktur berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan.
Dengan masuknya SDN Mboeng dalam program revitalisasi, ruang kelas yang rusak berat dan bangunan darurat diharapkan dapat segera ditangani. Perbaikan fisik tersebut juga diharapkan mendukung pemanfaatan teknologi pembelajaran sehingga peningkatan fasilitas dan mutu pendidikan dapat berjalan secara bersamaan.









