Siswi SMK di Bengkulu Buang Bayi ke Selokan karena Takut Ketahuan

Kriminal62 Dilihat

BENGKULU, SUARAGURU.ID – Polisi mengungkap alasan seorang siswi SMK berinisial SD membuang bayi yang baru dilahirkannya ke dalam selokan di kawasan Bumi Ayu, Kota Bengkulu. Berdasarkan pemeriksaan sementara, tindakan tersebut dilakukan karena SD merasa malu dan takut kehamilannya diketahui orang lain.

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad bayi di dalam sebuah kantong plastik yang berada di aliran selokan Jalan Melati, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, pada Sabtu (19/9/2026).

Kapolresta Bengkulu Kombes Rahmad Hidayat menjelaskan, SD mengalami sakit menjelang persalinan. Karena khawatir diketahui orang lain, ia kemudian melahirkan seorang diri di kamar mandi rumahnya.

Setelah bayi lahir, SD membungkus bayi tersebut menggunakan kantong plastik. Bayi kemudian dibuang ke selokan yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

“Karena malu takut ketahuan orang lain, maka pelaku membuang bayi yang telah dilahirkannya ke dalam selokan tak jauh dari rumah pelaku,” ujar Rahmad, Rabu (23/9/2026).

Usai membuang bayi, SD kembali ke rumah dan beristirahat. Polisi menyebut proses persalinan tersebut tidak diketahui oleh keluarga maupun orang lain di sekitar pelaku.

Peristiwa tersebut akhirnya diketahui setelah seorang warga yang sedang memancing melihat kantong plastik berada di dalam aliran selokan. Ketika diperiksa lebih dekat, warga tersebut mendapati bagian kepala bayi dari dalam kantong.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jasad bayi dan penyelidikan di sekitar lokasi.

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan petunjuk berupa tetesan atau bekas darah yang berada di sepanjang saluran air. Petunjuk tersebut kemudian ditelusuri hingga mengarah ke rumah SD.

“Pelaku ini masih berstatus pelajar SMK di Bengkulu, kasus ini terungkap karena polisi menemukan adanya tetesan darah yang mengarah ke rumah pelaku,” jelas Rahmad.

SD kemudian diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal, ia mengakui bahwa bayi yang ditemukan di selokan tersebut merupakan anaknya. Polisi selanjutnya mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk kondisi bayi sebelum dibuang.

Adapun penyebab kematian bayi hingga kini masih dalam penyelidikan. Polisi melakukan autopsi terhadap jasad bayi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Sebelumnya, penemuan jasad bayi tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) di Jalan Melati, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar. Warga yang menemukan bayi awalnya melihat sebuah kantong plastik di dalam selokan saat sedang memancing.

Kasus tersebut kemudian ditangani Polresta Bengkulu. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa, sementara hasil autopsi diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyebab kematian bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *