Wapres Gibran Tinjau SMAN 1 Barus, Fasilitas Belajar Rusak akibat Banjir Segera Dilengkapi

Sekolahku127 Dilihat

TAPANULI, SUARAGURU.ID— Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memantau proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

SMAN 1 Barus menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir besar pada November 2025. Luapan Sungai Aek Sirahar yang berjarak sekitar 250 meter dari sekolah menyebabkan kawasan sekolah terendam air dan lumpur dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Banjir tersebut mengakibatkan berbagai fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Buku, komputer, meja, kursi, laptop, hingga perlengkapan sekolah lainnya terendam atau terbawa arus. Kondisi itu sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Dalam kunjungannya, Gibran melihat langsung kondisi ruang kelas dan sejumlah fasilitas yang masih membutuhkan perbaikan. Salah satu kerusakan yang ditemukan adalah plafon sekolah yang ambrol akibat dampak banjir.

Wapres juga menyempatkan diri masuk ke ruang kelas dan berbincang dengan siswa yang sedang mengikuti pembelajaran. Setelah menanyakan kegiatan yang sedang dilakukan para siswa, Gibran memberikan pesan singkat agar mereka tetap fokus belajar.

“Lanjutkan belajarnya,” ujar Gibran kepada para siswa.

Gibran turut meminta agar kerusakan bangunan segera diperbaiki. Selain itu, ketersediaan buku paket dan berbagai perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar juga diminta menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Gibran, keberlangsungan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan setelah bencana. Ia mengapresiasi guru dan siswa yang tetap menjalankan kegiatan belajar meskipun kondisi sekolah belum sepenuhnya kembali seperti sebelum terdampak banjir.

“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Gibran.

Guru kelas XII SMAN 1 Barus, Widiawati, menjelaskan bahwa banjir mulai memasuki kawasan sekolah sekitar pukul 15.00 WIB. Debit air kemudian terus meningkat hingga mencapai kondisi paling deras sekitar pukul 18.00 WIB.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.

Menurut Widiawati, hampir seluruh fasilitas sekolah terkena dampak banjir. Sejumlah kursi siswa bahkan hanyut, sedangkan buku, komputer, dan laptop terendam air serta lumpur.

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.

Kondisi tersebut membuat keterbatasan fasilitas masih dirasakan siswa hingga kini. Salah seorang siswa kelas XII, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu menyediakan kembali peralatan yang rusak, terutama komputer dan laptop yang dibutuhkan untuk kegiatan praktik.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakurikular kami juga difasilitasi,” harap Febby.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Gibran menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan pendidikan di SMAN 1 Barus. Bantuan tersebut meliputi laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta sejumlah perlengkapan belajar mengajar lainnya.

Wapres juga meminta pejabat terkait segera berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih kurang. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan terus bekerja sama agar pemulihan sekolah dapat berjalan lebih cepat.

Kunjungan ke SMAN 1 Barus menjadi bagian dari rangkaian agenda Gibran di Sumatera Utara untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan optimal. Selain Tapanuli Tengah, Wapres juga dijadwalkan meninjau kondisi pemulihan di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Pemerintah menargetkan pemulihan pascabencana tidak hanya mengembalikan fungsi fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat dan peserta didik dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman. Dalam konteks pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah menjadi salah satu langkah penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *