33 Siswa SD di Tanggamus Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG, Sampel Makanan Diperiksa

Sekolahku103 Dilihat

TANGGAMUS, SUARAGURU.ID – Sebanyak 33 siswa SD Negeri Kedalaman, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis di dua puskesmas berbeda pada Senin (26/10/2026).

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa keluhan mulai dirasakan para siswa pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIB. Gejala yang muncul di antaranya pusing dan mual.

Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), beberapa siswa diketahui membawa pulang makanan MBG sebelum mengonsumsinya. Meski demikian, keterkaitan makanan tersebut dengan gejala yang dialami para siswa masih dalam penyelidikan.

“Benar, kemarin kami mendapat informasi adanya sejumlah siswa yang mengalami gejala pusing hingga mual yang kemudian dibawa ke 2 puskesmas berbeda di Kabupaten Tanggamus,” kata Yuni, Selasa (27/10/2026).

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas siomay, kentang rebus, kol rebus, tahu putih, telur rebus, serta potongan semangka. Namun, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan.

Untuk mengungkap penyebab kejadian, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus guna melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan. Sampel tersebut telah diambil dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan.

Yuni menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa gejala yang dialami para siswa disebabkan secara langsung oleh menu MBG.

Sementara itu, sejumlah siswa yang sebelumnya menjalani perawatan dilaporkan telah diperbolehkan pulang ke rumah. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap sampel makanan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih menindaklanjuti kasus tersebut guna memperoleh kepastian mengenai sumber masalah dan memastikan penanganan terhadap para siswa yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *