Dikepung Kabut Asap, Pelajar Palembang Tetap Berjuang ke Sekolah Naik Perahu

Sekolahku41 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Palembang, Sumatera Selatan. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas para pelajar tetap berlangsung. Sejumlah siswa bahkan harus menggunakan perahu untuk menuju sekolah melalui jalur sungai.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran perjuangan pelajar dalam menempuh pendidikan di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Kabut asap membuat jarak pandang di sejumlah kawasan terlihat terbatas, sementara aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Para siswa terlihat mengenakan seragam sekolah dan membawa perlengkapan belajar saat menumpangi perahu. Mereka menyusuri jalur perairan untuk mencapai sekolah.

Kondisi kabut asap di Palembang sendiri bukan persoalan baru. Pada periode sebelumnya, kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap bahkan pernah membuat kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi pembelajaran daring.

Kabut asap juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan. Karena itu, kondisi kualitas udara menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan sekolah.

Pemandangan pelajar yang tetap berangkat menggunakan perahu tersebut sekaligus memperlihatkan kehidupan masyarakat Palembang yang dekat dengan wilayah perairan. Sungai menjadi salah satu jalur transportasi yang masih dimanfaatkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian utama ketika kondisi udara memburuk. Pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kesehatan peserta didik.

Sebelumnya, ketika kualitas udara Palembang masuk kategori berbahaya akibat kabut asap, pemerintah pernah mengambil langkah dengan meliburkan sejumlah jenjang sekolah. Pada 2019, misalnya, kualitas udara berdasarkan parameter PM10 sempat mencapai level berbahaya sehingga siswa TK hingga SMP dipulangkan dan kegiatan belajar diliburkan.

Perjuangan para pelajar yang tetap menuju sekolah di tengah kepungan kabut asap menjadi perhatian tersendiri. Selain menunjukkan semangat mereka untuk mengikuti pendidikan, kondisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan memastikan akses pendidikan tetap aman bagi seluruh siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *