LUBUK LINGGAU, SUARAGURU.ID — Nama FUMATSA kembali berkibar di panggung futsal Kota Lubuk Linggau. Klub futsal yang berada di bawah naungan MTs Negeri 1 Kota Lubuk Linggau itu kembali menunjukkan dominasinya dengan prestasi luar biasa pada Liga AAFI (Asosiasi Academy Futsal Indonesia) Zona Lubuk Linggau 2026.
Bukan sekadar menjadi juara, FUMATSA tampil fantastis dengan memborong gelar individu di berbagai kelompok usia. Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa FUMATSA bukan sekadar klub futsal sekolah, melainkan telah menjelma menjadi salah satu kekuatan pembinaan futsal usia muda yang konsisten melahirkan talenta-talenta terbaik di Kota Lubuk Linggau.
Liga AAFI Zona Lubuk Linggau 2026 resmi ditutup pada Minggu, 13 September 2026, di Lapangan Futsal Taman Olahraga Megang (TOM), setelah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan sejak Juni 2026.
Bagi FUMATSA, keberhasilan tahun ini menjadi episode terbaru dari perjalanan panjang mereka sebagai klub yang dikenal sebagai langganan juara sejak Liga AAFI Zona Lubuk Linggau mulai digelar pada 2022.
Di balik konsistensi tersebut terdapat kerja keras pemain, ketekunan pelatih, dukungan madrasah, serta semangat pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
FUMATSA selalu mendapatkan dukungan langsung dari Kepala MTs Negeri 1 Kota Lubuk Linggau, Arsiyanti, M.Pd. Dukungan tersebut menjadi salah satu energi penting bagi para pemain muda untuk terus berlatih, bertanding, dan mengejar prestasi.
Di lapangan, FUMATSA berada di bawah arahan Coach Ige Aditia Gumay, S.Pd. Sosok pelatih yang berhasil membangun karakter permainan, disiplin, mental bertanding, sekaligus kepercayaan diri para pemain.
Konsistensi FUMATSA juga tidak berhenti di tingkat zona. Sebagai juara, mereka berulang kali dipercaya mewakili Kota Lubuk Linggau untuk tampil di ajang AAFI tingkat regional hingga nasional.
* Borong Penghargaan di Tiga Kelompok Usia
Pada Liga AAFI Zona Lubuk Linggau 2026, dominasi FUMATSA terlihat jelas dari deretan penghargaan individu yang berhasil diraih para pemain dan pelatih.
Kelompok Usia 13 Tahun
Top Score: M. Nabiel Malik Ibrahim — FUMATSA
Best Kiper: M. Aqio Syahputra — FUMATSA
Best Player: Muhammad I Vander Lutfan — FUMATSA
Best Coach: Ige Aditia Gumay — FUMATSA
Kelompok Usia 14 Tahun
Top Score: Hadi Pangestu — FAMA
Best Kiper: Muhamad Alfarizi — FUMATSA
Best Player: Titan Fauzan Sambora — FUMATSA
Best Coach: Ige Aditia Gumay — FUMATSA
Kelompok Usia 16 Tahun
Top Score: Zakaria — FUMATSA
Best Kiper: Faiz Khairul Fata — FUMATSA
Best Player: Muhammad Faizal — FUMATSA
Best Coach: Ige Aditia Gumay — FUMATSA
Deretan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan FUMATSA tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain. Mereka memiliki kedalaman skuad, kualitas individu, serta sistem pembinaan yang mampu bersaing di berbagai kelompok usia.
Menariknya, penghargaan Best Coach pada tiga kelompok usia sekaligus juga menjadi pengakuan atas tangan dingin Coach Ige Aditia Gumay dalam membentuk dan mengembangkan para pemain muda.

* Dari Lapangan Madrasah Menuju Panggung Regional
Di balik gemerlap trofi dan penghargaan individu, ada cerita yang jauh lebih besar: tentang anak-anak muda yang belajar bahwa prestasi tidak pernah lahir secara instan.
Mereka berlatih ketika teman-teman sebaya mungkin sedang bermain. Mereka belajar menerima kemenangan tanpa jumawa dan kekalahan tanpa menyerah. Mereka belajar bahwa sebuah tim bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang bagaimana setiap pemain memberikan kemampuan terbaik untuk kepentingan bersama.
FUMATSA menjadi contoh bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat lahirnya prestasi olahraga.
Lapangan futsal bukan hanya tempat mengejar kemenangan. Di sana para pemain belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, keberanian dan mental pantang menyerah.
Karena itu, setiap trofi yang diraih FUMATSA sesungguhnya bukan sekadar penghargaan. Di baliknya ada proses panjang yang membentuk karakter generasi muda.
* Tantangan Berikutnya Sudah Menanti
Perjalanan FUMATSA belum selesai.
Setelah sukses menjadi yang terbaik di Zona Lubuk Linggau, FUMATSA akan kembali membawa nama Kota Lubuk Linggau ke level yang lebih tinggi.
Mereka dijadwalkan mewakili Kota Lubuk Linggau pada Liga AAFI tingkat Regional Sumatera Selatan di Kabupaten Lahat pada awal Oktober 2026 mendatang.
Tantangan tentu akan semakin berat. Lawan-lawan yang dihadapi merupakan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Namun, pengalaman, mental juara dan konsistensi pembinaan menjadi modal berharga bagi FUMATSA untuk kembali berbicara di level regional.
Kini, harapan bukan hanya tertuju kepada trofi berikutnya. Ada harapan yang lebih besar agar anak-anak muda FUMATSA terus tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, rendah hati dan memiliki karakter kuat.
Sebab pada akhirnya, juara bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi paling tinggi, tetapi siapa yang mampu terus berjuang ketika perjalanan belum selesai.
FUMATSA telah membuktikannya.
Dari Lubuk Linggau, mereka kembali menyalakan mimpi.
Dan dari kaki-kaki kecil yang berlari mengejar bola itu, bisa jadi sedang tumbuh calon-calon bintang futsal masa depan Sumatera Selatan.
FUMATSA boleh menjadi langganan juara. Tetapi bagi mereka, setiap kemenangan bukanlah akhir perjalanan melainkan awal untuk menaklukkan tantangan yang lebih tinggi. (UK)









