Donggala Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Sekolahku67 Dilihat

DONGGALA, SUARAGURU.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, resmi menghibahkan lahan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Penandatanganan berita acara hibah dilakukan oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti di Tangerang pada Kamis (30/7/2026).

Penandatanganan hibah tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan pembangunan SNT di Donggala. Kabupaten Donggala merupakan satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi dan termasuk dalam 17 daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program tersebut.

Bupati Vera Elena Laruni mengatakan, hibah lahan ini menjadi momentum bersejarah bagi daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses masyarakat terhadap sekolah berstandar internasional yang dapat dinikmati secara gratis.

“Hari ini adalah tinta emas sejarah bagi Kabupaten Donggala dalam akselerasi peningkatan mutu pendidikan dan memberikan kesempatan kepada anak-anak Donggala menikmati fasilitas sekolah berstandar internasional yang gratis bagi masyarakat,” ujar Vera.

Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Dusun Lapaloang, Kecamatan Banawa sebagai lokasi pembangunan sekolah permanen. Pada tahap awal, sekitar 10 hektare lahan dihibahkan kepada pemerintah pusat untuk memulai proses pembangunan, sementara konstruksi fisik sekolah ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026.

Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan dan olahraga bertaraf internasional, seperti laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, ruang pembelajaran modern, serta sarana penunjang lainnya. Selain itu, tenaga pendidik akan direkrut melalui seleksi nasional guna menjamin kualitas pembelajaran.

“Semua tenaga pendidiknya diseleksi di tingkat nasional sehingga kualitasnya benar-benar terukur,” kata Vera.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap peserta didik akan memperoleh dukungan fasilitas berbasis teknologi, termasuk perangkat laptop untuk menunjang proses belajar. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan standar nasional dengan penguatan kompetensi global, termasuk pembelajaran bahasa asing.

“Setiap siswa nantinya akan difasilitasi laptop untuk mendukung pembelajaran. Selain bahasa Inggris sebagai penguatan utama, siswa juga memiliki pilihan mempelajari bahasa asing,” ungkapnya.

Sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai, kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 akan dilaksanakan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi sementara. Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Donggala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *