Dosen UNMURA Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian UNS

SURAKARTA, SUARAGURU.ID— Prestasi membanggakan diraih dosen Universitas Musi Rawas (UNMURA), Samsul Bahri. Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian itu tercatat sebagai wisudawan terbaik Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Wisuda Periode VIII Tahun 2026.

Wisuda berlangsung di Gedung Haryo, G.P.H. Mataram, S.H., UNS, Jalan Ir. Sutami, Surakarta, Sabtu (26/9/2026). Sebanyak 1.391 wisudawan mengikuti prosesi wisuda pada periode tersebut.

Bahri menyelesaikan pendidikan Program Doktor di UNS dengan IPK 3,97. Pendidikan tersebut ditempuh selama 3,5 tahun.

Capaian itu sekaligus melengkapi perjalanan akademik Bahri yang selama menempuh pendidikan doktor menekuni bidang Ilmu Tanah.

Penelitian yang dikerjakannya mengambil objek yang dekat dengan daerah asalnya, yakni Padi Dayang Rindu, salah satu padi unggulan lokal Musi Rawas. Bahri mengkaji pemanfaatan nanopartikel silika dalam budidaya tanaman tersebut.

Nanopartikel silika yang diteliti berasal dari sekam padi. Melalui penelitian tersebut, sekam yang selama ini banyak dipandang sebagai limbah pertanian dikaji untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan berbasis silika yang dapat mendukung pengelolaan hara tanah.

“Penelitian ini saya arahkan pada bagaimana potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian, khususnya dalam pengelolaan hara tanah dan budidaya padi,” kata Bahri.

Menurut dia, pemilihan padi Dayang Rindu bukan tanpa alasan. Tanaman tersebut merupakan bagian dari potensi pertanian lokal Musi Rawas yang perlu terus dikaji, terutama untuk mendukung pengembangan pertanian daerah berbasis sumber daya lokal.

“Padi Dayang Rindu merupakan salah satu kekayaan pertanian lokal yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, penelitian ini juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya.

Kembali ke Kampus dan Daerah

Sebagai dosen UNMURA, Bahri mengatakan hasil pendidikan doktor yang ditempuhnya akan dibawa kembali ke lingkungan kampus. Pengembangan penelitian dan pendidikan mahasiswa menjadi bagian yang ingin terus dilakukannya.

Ia juga berharap penelitian mengenai nanopartikel silika dan padi Dayang Rindu dapat dikembangkan melalui penelitian lanjutan sehingga tidak berhenti sebagai kajian akademik.

“Setelah menyelesaikan doktor, tanggung jawabnya justru semakin besar. Ilmu yang diperoleh harus bisa dikembangkan dan memberi manfaat, terutama bagi pendidikan dan penelitian di daerah,” katanya.

Predikat wisudawan terbaik Fakultas Pertanian UNS tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Bahri. Di tengah 1.391 wisudawan yang mengikuti Wisuda Periode VIII UNS, ia menyelesaikan pendidikan doktor dengan IPK 3,97 sekaligus membawa tema penelitian yang berangkat dari potensi pertanian Musi Rawas.

Bagi UNMURA, capaian tersebut menjadi tambahan catatan prestasi dosen dalam pengembangan sumber daya manusia dan penelitian di bidang pertanian.

Sementara bagi Musi Rawas, penelitian Bahri tentang nanopartikel silika dan padi Dayang Rindu menjadi salah satu contoh bagaimana potensi pertanian lokal dapat dibawa ke lingkungan akademik yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *