Generasi Muda Sumsel Diajak Jadi Influencer Positif untuk Tangkal Paham Ekstremisme di Media Sosial

Event58 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Generasi muda Sumatera Selatan didorong untuk menjadi influencer positif yang mampu menyebarkan konten edukatif sekaligus menangkal penyebaran paham ekstremisme di media sosial. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Selatan dengan melibatkan pelajar SMA dan SMK di Kota Palembang. Kegiatan berlangsung pada Kamis (16/7/2026) dan diikuti sekitar 100 peserta dari 10 sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran paham ekstremisme di ruang digital, pentingnya literasi digital, serta peran strategis generasi muda dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat, aman, dan produktif. Para pelajar juga diajak lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum membagikannya kepada masyarakat.

Narasumber menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan apabila dimanfaatkan secara bijak oleh generasi muda.

“Anak-anak muda harus menjadi influencer positif yang menyebarkan konten edukatif, memperkuat nilai kebangsaan, dan ikut melawan penyebaran paham ekstremisme di media sosial,” tegas salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Tingkatkan Literasi Digital dan Cegah Penyebaran Hoaks

Selain membahas ancaman ekstremisme, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun provokatif. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi kelompok pengguna media sosial yang sangat aktif sehingga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kegiatan edukasi tersebut mampu membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga persatuan serta menyebarkan konten-konten yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyebarkan inspirasi, kreativitas, dan semangat persatuan, bukan menjadi sarana penyebaran kebencian ataupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujar narasumber.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semakin banyak generasi muda yang mampu menjadi teladan di dunia digital, aktif melawan hoaks, ujaran kebencian, serta paham ekstremisme, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *