Sekda Sumsel Lepas 80 Siswa ke Sekolah Rakyat OKI, Tekankan Disiplin dan Kesempatan Meraih Masa Depan

Event40 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Sebanyak 80 siswa, orang tua, guru, dan pendamping dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Rombongan tersebut dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Edward Candra pada Minggu (9/8/2026). Para siswa selanjutnya akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai kegiatan belajar di sekolah baru.

Dalam kesempatan tersebut, Edward meminta para siswa memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan pemerintah dengan sungguh-sungguh. Ia mengatakan berbagai kebutuhan siswa selama mengikuti program telah disiapkan, mulai dari sarana dan prasarana pendidikan hingga tempat tinggal dan makanan.

“Jangan ragu untuk bermimpi. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas dan sarana prasarana, makan dan tempat tidur. Semuanya disediakan. Inilah kesempatan kalian untuk belajar sungguh-sungguh dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kesempatan ini terbuang sia-sia,” ujar Edward.

Menurut Edward, keberangkatan siswa menuju Sekolah Rakyat menjadi awal perjuangan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Program tersebut juga diharapkan mampu membantu memutus keterbatasan yang selama ini menjadi hambatan bagi sebagian anak dalam memperoleh pendidikan.

“Ini menjadi awal dari perjuangan untuk memutus rantai keterbatasan. Kita semua mengiringi dengan dukungan dan doa agar adik-adik lancar dan sukses menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat,” katanya.

Edward menjelaskan, Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun status sosial. Pemerintah Sumsel juga berencana memperluas keberadaan sekolah rakyat di berbagai kabupaten dan kota agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan pendidikan.

“Program Sekolah Rakyat dibentuk agar pendidikan bisa didapatkan oleh seluruh masyarakat, tidak memandang ekonomi maupun status. Semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Selain kesempatan belajar, Edward secara khusus menekankan pentingnya kedisiplinan bagi para siswa. Sebab, pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama mengharuskan peserta didik mengikuti berbagai aturan dan kebiasaan secara teratur.

“Disiplin dan ikuti aturan, karena modal utama sekolah asrama seperti ini adalah disiplin. Semua diatur dan dibiasakan untuk disiplin. Kalau sudah disiplin, ini akan menjadi modal kalian di masa mendatang,” tegasnya.

Ia juga meminta siswa menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan sesama peserta didik, serta tetap menghargai orang tua. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari dukungan, pengorbanan, dan doa keluarga.

Edward mengingatkan para siswa untuk saling menjaga persaudaraan karena mereka akan menjalani proses pendidikan bersama dan memiliki tujuan yang sama.

“Kalian juga harus saling menjaga persaudaraan, karena nantinya kalian sama-sama memiliki tujuan yang sama,” katanya.

Lebih lanjut, Edward menegaskan bahwa keberangkatan siswa ke Sekolah Rakyat bukan berarti memutus kedekatan antara anak dengan orang tua. Sebaliknya, program tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk membawa anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah.

“Ini bukan momen untuk menjauhkan anak dan orang tua, tetapi hari ini adalah momen untuk mendekatkan anak-anak kita kepada masa depan yang lebih cerah. Kita doakan anak-anak kita dan percayakan program pemerintah ini yang sudah diatur sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Melalui keberangkatan tersebut, para siswa SRT 31 Palembang kini bersiap menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat permanen OKI. Pemerintah berharap mereka dapat belajar dengan disiplin, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia sebagai bekal untuk meraih cita-cita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *