125 Personel Polisi Amankan Keberangkatan Mahasiswa Tangerang ke Jakarta untuk Aksi Demonstrasi

Mahasiswa11 Dilihat

TANGERANG, SUARAGURU.ID– Sebanyak 125 personel Polresta Tangerang dikerahkan untuk mengamankan pergerakan mahasiswa yang berangkat menuju Jakarta dalam rangka demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026).

Pengamanan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk akses jalan tol dan stasiun kereta api yang berpotensi menjadi jalur keberangkatan mahasiswa menuju lokasi aksi.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Tangerang, Kompol Raden Mochammad Sofian, mengatakan terdapat puluhan mahasiswa dari sejumlah kelompok yang berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi tersebut.

Menurut Sofian, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang disebut berasal dari Dipo berjumlah sekitar 20 orang. Selain itu, terdapat sekitar 15 mahasiswa dari Untara yang turut berangkat ke ibu kota.

“Ada beberapa dari mahasiswa HMI, kalau enggak salah dari Dipo itu 20 orang, dan kemudian juga dari Untara 15 orang yang berangkat,” ujar Sofian, Selasa (20/10/2026).

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama mobilisasi massa, Polresta Tangerang menempatkan personel di beberapa lokasi, yakni Gerbang Tol Balaraja Timur, Gerbang Tol Balaraja Barat, dan kawasan Cikupa.

Pengamanan juga dilakukan di tiga stasiun yang berada di wilayah hukum Polresta Tangerang, yaitu Stasiun Daru, Cikoya, dan Tigaraksa. Langkah ini dilakukan untuk memantau pergerakan mahasiswa yang menggunakan transportasi kereta api menuju Jakarta.

Selain menyiagakan personel, kepolisian turut menyiapkan kendaraan taktis (rantis), mobil water cannon, serta kendaraan roda dua. Peralatan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan ketertiban atau kerusuhan di Jakarta yang berpotensi meluas hingga wilayah Tangerang.

Sofian mengatakan jajarannya tetap bersiaga di sejumlah titik, termasuk kawasan perbatasan, untuk merespons kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

“Nah, kita dari situ ya kita tetap standby, kita standby antisipasi apabila terjadi kerusuhan ataupun juga chaos di wilayah Jakarta, kita sudah siap untuk di perbatasan,” ungkapnya.

Pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi dampak pergerakan massa demonstrasi terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemantauan dilakukan di jalur keberangkatan maupun titik yang dinilai strategis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan.

Demonstrasi yang berlangsung pada 20 Oktober 2026 itu bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, kepolisian Tangerang menyiagakan personel dan perlengkapan pengamanan guna mengantisipasi kemungkinan dampak aksi di Jakarta terhadap wilayah sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *