DOSEN ASAL POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK RAIH IPK SEMPURNA (4,0) DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kampus Kami, Nasional104 Dilihat

SURAKARTA, SUARAGURU.ID– Universitas Sebelas Maret kembali mencetak doktor baru melalui sidang promosi doktor yang diselenggarakan secara tertutup yang pada Selasa (5/5/2026).  Promovenda Dwi Isyana Achmad berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Eksplorasi Kemampuan Biofertilizer Biokontrol Bakteri dari Berbagai Tingkat Kematangan Gambut dan Variasi Amelioran pada Tanaman Kelapa Sawit di Lahan Gambut Terinfeksi Ganoderma boninense.”

Sidang dipimpin oleh Prof. Dr.Ir. Mujiyo, SP., MP dengan tim penguji eksternal Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, penguji internal Prof. Dr. Ir. Jauhari Syamsiyah, M.S., didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S., Prof. Dr. Ir. MMA Retno Rosariastuti, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Edi Purwanto, M.Sc.

Dalam sidang tersebut, Dwi Isyana Achmad memaparkan hasil penelitiannya yang menyoroti peran penting biofertilizer berbasis bakteri sebagai agens biokontrol untuk menekan serangan penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit, khususnya di lahan gambut. Penyakit yang disebabkan oleh Ganoderma boninense ini dikenal sebagai salah satu ancaman utama bagi produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Penelitian ini mengkaji secara mendalam pengaruh tingkat kematangan gambut serta variasi amelioran terhadap efektivitas mikroorganisme dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tertentu antara biofertilizer dan amelioran mampu meningkatkan kesehatan tanaman sekaligus berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan dalam sistem budidaya kelapa sawit berkelanjutan.

Pada sesi tanya jawab, para penguji menyoroti aspek kebaruan penelitian, ketepatan metodologi, serta peluang implementasi hasil riset di lapangan. Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, mencerminkan kualitas akademik yang tinggi dalam sidang tersebut.

Dalam forum tertutup tersebut, para penguji sepakat bahwa penelitian ini memiliki nilai kebaruan (novelty) yang kuat, terutama dalam mengintegrasikan pendekatan ekologi mikroba dengan strategi ameliorasi lahan gambut. Pendekatan ini dinilai tidak hanya relevan secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan nyata di sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Promovenda yang berasal dari Politeknik Negeri Pontianak, Program Studi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan ini, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan capaian akademik sempurna, yakni IPK 4,00.

Pada sesi penutupan sidang, Promotor Prof. Dr. Ir. Suntoro, MS memberikan ucapan selamat serta amanah kepada doktor baru Dr. Dwi Isyana Achmad untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan juga mengembangkan hasil penelitiannya sehingga memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat, tetap rendah hati dan terus memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat banyak terutama untuk membantu petani.

Pada kesempatan yang sama pimpinan sidang Prof. Mujiyo berpesan kepada Dr. Dwi Isyana untuk terus berkolaborasi, terus berinovasi sehingga menjadi penggerak inovasi bidang pertanian khususnya bidang perkebunan dengan teknologi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.*SB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *