Melalui MPLS, Siswa SD Diasah Menjadi Pribadi Kreatif dan Percaya Diri.

Sekolahku75 Dilihat

PANGANDARAN (JABAR) SUARAGURU.ID – Di sebuah ruang kelas sederhana di SD Negeri 2 Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, terdengar riuh murid di hari pertama sekolah, Senin (13/7/2026).

Wajah mungil yang duduk berdampingan, saling melempar senyum, sesekali bercanda, menikmati hari pertama mereka sebagai murid SDN 2 Panyutran, tahun ajaran 2026/2027.

Bagi M. Nabil , hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bocah yang mengaku tidak pernah bangun pagi itu rela mengubah kebiasaannya demi mengenakan seragam sekolah.

“Saya tidak pernah bangun pagi, tadi dibangunin sama ibu, nanti belajar bangun pagi dan berangkat sekolah sendiri,” ucapnya polos sambil tersenyum penuh semangat.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun tetap berlangsung seperti sekolah lainnya. Mereka diajak berkeliling mengenal ruang kelas, berkenalan dengan guru, kakak kelas, hingga mengikuti berbagai permainan agar semakin nyaman berada di lingkungan sekolah.

Wali Kelas I, Nopy Sri Rahayu, S.Pd. merasa bersyukur mendapat 13 murid baru tahun ini. Karena alhamdulilah jumlahnya bertambah dibanding tahun lalu yang mencapai 12 siswa,

“Kami ingin semua siswa baru merasa senang dan nyaman dulu bersekolah selama masa MPLS. Jadi, kegiatannya dibuat ringan dan menyenangkan,” ucapnya

Menurut Nopy, minimnya murid dikarenakan sebagian besar warga Desa Panyutran merantau dan sebagian orang tua memilih menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah lain.

Kepala SDN 2 Panyutran Tri Yuni Artiningsih, S.Pd., mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pendekatan kepada masyarakat dan calon orang tua siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Namun, kondisi demografi dan pilihan orang tua membuat jumlah peserta didik baru tetap sangat sedikit.

Meski demikian, semangat sekolah tidak ikut surut. Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perlakuan berbeda hanya karena satu kelas hanya berisi 13 anak.

“Berapa pun jumlah siswanya, mereka tetap berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Kami akan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.

Saat ini SDN 2 Panyutran memiliki total 80 siswa dari kelas I hingga VI. 13 murid baru mungkin tampak kecil jika dilihat dari angka. Namun, bagi sekolah ini, mereka adalah harapan yang menjaga denyut pendidikan tetap hidup.

Selama masih ada anak yang datang membawa tas di punggung dan harapan di matanya, tidak ada alasan untuk sebuah sekolah untuk terus berdiri dan menyalakan harapan. pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *