Robot China Banjiri Gudang Ritel Inggris, Jadi Solusi Krisis Tenaga Kerja

Uncategorized83 Dilihat

LONDON, SUARAGURU.ID – Robot pintar buatan China kini semakin banyak digunakan di pusat distribusi dan gudang ritel di Inggris. Kehadiran ribuan robot otonom tersebut menjadi solusi bagi perusahaan untuk mengatasi krisis tenaga kerja, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat proses pemrosesan pesanan di tengah pesatnya pertumbuhan belanja daring.

Robot-robot yang diproduksi perusahaan teknologi asal China, Geek+, telah dioperasikan di gudang sejumlah peritel besar Inggris, seperti Tesco, Asda, dan Next. Teknologi ini memungkinkan robot mengangkat rak berisi barang dan mengantarkannya langsung ke petugas, sehingga pekerja tidak lagi harus berjalan jauh untuk mengambil produk yang dipesan pelanggan.

Sistem tersebut menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR) yang bergerak mengikuti jalur berbasis kode QR di lantai gudang. Selain mempercepat proses pengambilan barang, teknologi ini juga mampu mengoptimalkan kapasitas penyimpanan tanpa memerlukan perubahan besar pada infrastruktur gudang, seperti pemasangan ban berjalan permanen.

Barry Pemberton, Account Director MotionTech, mitra resmi Geek+ di Inggris, mengatakan perusahaan-perusahaan kini membutuhkan solusi otomatisasi yang dapat diterapkan dengan cepat untuk menjawab tingginya permintaan pasar.

“Pelanggan menginginkan solusi yang dapat diterapkan dengan cepat. Mereka menginginkan kapasitas tinggi, penyimpanan tinggi, dan pengambilan barang yang cepat dengan jejak ruang yang lebih kecil serta kebutuhan tenaga kerja yang lebih sedikit,” ujar Barry Pemberton.

Ia menambahkan, kekurangan tenaga kerja yang terjadi di Inggris menjadi salah satu alasan utama meningkatnya adopsi robot di sektor logistik.

“Saat ini kita menghadapi kekurangan tenaga kerja yang sangat besar di Inggris. Teknologi ini sangat penting agar bisnis tetap berkembang dan mampu memenuhi permintaan,” katanya.

Meski dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan robot juga memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap lapangan kerja. Trades Union Congress (TUC), federasi serikat pekerja terbesar di Inggris, menilai otomatisasi seharusnya dilakukan dengan melibatkan pekerja dan dibarengi peningkatan keterampilan, bukan semata-mata untuk mengurangi jumlah tenaga kerja.

Di sisi lain, perkembangan industri robotika China terus menunjukkan tren positif. Pemerintah China menjadikan sektor robotika sebagai salah satu prioritas strategis untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kemajuan industri kendaraan listrik (EV) di negara tersebut juga dinilai turut mempercepat pengembangan teknologi robot yang kini mulai diekspor ke berbagai negara, termasuk Inggris.

Masifnya pemanfaatan robot di gudang ritel Inggris mencerminkan perubahan besar dalam industri logistik global. Di satu sisi, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, namun di sisi lain menuntut pekerja untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan transformasi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *