Sekolah Rakyat Palembang Disiapkan untuk 2.000 Siswa, Pembangunan Dimulai November

Sekolahku80 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID — Pemerintah Kota Palembang menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan fisik pada November 2026 dan diharapkan dapat digunakan pada April 2027.

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, M Raimon Lauri, mengatakan proses persiapan Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahap ketiga. Dalam waktu sekitar dua minggu, direncanakan ada penandatanganan kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Mabes TNI Angkatan Udara (AU).

“Untuk Sekolah Rakyat ini update terakhir sudah masuk tahap ketiga. Insyaallah dalam waktu dua minggu akan ada penandatanganan antara Kemensos dan Mabes AU,” kata Raimon saat diwawancarai pada Selasa (15/9/2026).

Setelah tahapan kerja sama tersebut selesai, pembangunan fisik sekolah direncanakan segera dimulai. Pemkot Palembang menargetkan pekerjaan konstruksi berlangsung mulai November 2026.

“Ini sudah masuk tahap ketiga dan bulan November nanti akan dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Sekolah Rakyat itu nantinya berdiri di atas lahan sekitar 6,9 hektare milik TNI AU. Lokasinya berada di kawasan Sri Mulyono, Lorong Anggrek, Palembang, tepatnya di belakang Politeknik Penerbangan. Sementara pembangunan fisiknya akan mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk lahannya sekitar 6,9 hektare. Lokasinya di lahan milik AU, di Sri Mulyono, Lorong Anggrek, belakang Poltekpar. Untuk pembangunannya menggunakan dana PU,” jelas Raimon.

Kapasitas 2.500 Orang

Dari sisi kapasitas, Sekolah Rakyat Palembang dirancang untuk menampung sekitar 2.500 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 2.000 siswa dan 500 tenaga pengajar.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari rencana sebelumnya yang berada di angka 1.500 orang. Dengan kapasitas yang lebih besar, sekolah ini disiapkan untuk memberikan akses pendidikan kepada lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.

Seleksi Siswa Mengacu Data Sosial Ekonomi

Pemkot Palembang juga menyiapkan mekanisme seleksi bagi calon siswa. Proses penerimaan tidak hanya dilakukan oleh Dinas Sosial, tetapi melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan.

“Seleksinya nanti akan melibatkan seluruh instansi. Jadi tidak hanya Dinas Sosial saja ada tim termasuk ada Dinas Pendidikan dan lainya,” ujar Raimon.

Calon siswa yang menjadi prioritas adalah anak-anak yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data sosial ekonomi. Meski demikian, data tersebut tetap akan diverifikasi di lapangan sebelum calon siswa dinyatakan memenuhi kriteria.

Apabila kuota dari kelompok desil 1 dan 2 telah terpenuhi, calon siswa dari kelompok desil 3 dapat dipertimbangkan untuk mengikuti program tersebut.

Menurut Raimon, verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan program diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan sasaran.

“Jadi kita ingin memastikan penerimanya tepat sasaran. Jangan sampai yang seharusnya mendapatkan justru tidak mendapatkan,” katanya.

Ditarget Rampung dalam Enam Bulan

Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Palembang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Jika pekerjaan dimulai pada November 2026, pemerintah menargetkan pembangunan selesai dan sekolah mulai dimanfaatkan pada April 2027.

“Target pengerjaannya sekitar enam bulan. Kalau mulai November, mudah-mudahan April 2027 sudah bisa mulai,” ungkap Raimon.

Saat ini Pemkot Palembang masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administrasi serta koordinasi antarinstansi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Raimon berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Sekolah Rakyat tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *