Server SPMB di Brebes Lemot, Verifikasi Data Calon Siswa Molor hingga 30 Menit

Event, Guru, Sekolahku133 Dilihat

BREBES, SUARAGURU.ID – Proses verifikasi data dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada hari pertama pendaftaran, Senin (9/6/2026), berlangsung lebih lama dari biasanya akibat gangguan pada server.

Sejak layanan dibuka pukul 07.00 WIB, lulusan sekolah dasar bersama orang tua atau wali murid mulai mendatangi sekolah tujuan untuk mengikuti tahapan verifikasi berkas. Bahkan, sebagian warga mengaku sudah datang sejak dini hari demi mendapatkan nomor antrean lebih awal.

Namun, membludaknya jumlah pendaftar membuat proses verifikasi tidak berjalan lancar. Server yang digunakan untuk mengakses data SPMB mengalami perlambatan sehingga pelayanan di sejumlah sekolah terhambat.

Jika dalam kondisi normal verifikasi satu calon siswa hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga lima menit, pada hari pertama pelaksanaan SPMB durasinya meningkat menjadi sekitar 30 menit untuk setiap peserta.

Akibatnya, para calon siswa dan orang tua harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran verifikasi.

Di SMP Negeri 1 Brebes, misalnya, aula sekolah hingga koridor kelas dipenuhi wali murid dan calon siswa yang menunggu panggilan petugas.

Salah seorang wali murid, Sulistiowati, mengaku telah datang ke sekolah sejak pukul 05.00 WIB. Meski demikian, hingga menjelang siang dirinya belum mendapatkan giliran verifikasi.

“Jam 5 pagi sudah ke sini, ternyata memang sudah banyak yang antre. Ini prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot,” ujar Sulistiowati saat ditemui wartawan di lokasi.

Wali murid mengantarkan pendaftaran SPMB.

Wali murid lainnya berharap persoalan tersebut segera diatasi agar tidak mengganggu seluruh tahapan SPMB.

“Verifikasi sampai Kamis. Kalau satu anak butuh 30 menit, khawatir tidak bisa terlayani semua. Perlu solusi agar server tidak lemot,” katanya.

Petugas operator SPMB SMP Negeri 1 Brebes, Untung, membenarkan adanya perlambatan pada sistem yang digunakan untuk proses verifikasi.

Menurut dia, pada pagi hari layanan sempat berjalan normal. Namun, seiring meningkatnya jumlah pengguna yang mengakses secara bersamaan, server mulai mengalami gangguan.

“Tadi pagi lumayan lancar. Verifikasi data satu calon siswa paling lama lima menit. Kalau lancar rata-rata dua menit. Tapi sekarang sampai 30 menit karena sedang lemot servernya,” ungkap Untung.

Berdasarkan catatan hari pertama di SMP Negeri 1 Brebes, hingga pukul 12.30 WIB tercatat sebanyak 784 calon siswa telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, baru 139 calon siswa yang berhasil menyelesaikan proses verifikasi berkas.

Sementara peserta yang belum terverifikasi akan dilayani pada hari berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfo) Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro, mengakui adanya perlambatan pada server SPMB.

Ia menjelaskan, kapasitas bandwidth (BW) yang digunakan saat ini sebesar 300 Mbps harus melayani sekitar 22.000 pendaftar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

“Server yang dipakai memang kapasitas BW 300 Mbps dan itu untuk melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD sampai SMP. Mestinya untuk menunjang kegiatandan SPMB ini idealnya BW 800 Mbps,” kata Warsito.

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes untuk mencari langkah penanganan agar proses SPMB tetap berjalan dant tidak menimbulkan hambatan yang lebih besar.

“Kami terus berkoordinasi agar pelaksanaan SPMB dapat berlangsung dengan baik dan seluruh calon peserta didik tetap terlayani,” ujarnya.

Lemotnya server pada hari pertama SPMB menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat untuk mengakses layanan pendidikan, kesiapan infrastruktur digital dinilai menjadi faktor krusial agar proses penerimaan peserta didik berlangsung efektif, cepat, dan memberikan kepastian layanan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *