Bukittinggi, SUARAGURU.ID – Prestasi di bidang olahraga kini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi salah satu jalur strategis untuk menapaki jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, bahkan membuka peluang memasuki dunia kerja. Prestasi dalam cabang olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat, dapat menjadi referensi atau rekomendasi untuk memperoleh fasilitas dan akses masuk ke sekolah maupun perguruan tinggi favorit melalui jalur prestasi.
Hal tersebut disampaikan tokoh olahraga Bukittinggi, Dhipa Arkendi (64), seorang pengusaha yang pernah menjabat selama dua periode sebagai Ketua KONI Bukittinggi. Menurutnya, olahraga saat ini sangat menjanjikan bagi anak-anak, remaja, dan generasi muda, terutama bagi mereka yang telah menorehkan prestasi dalam berbagai event atau turnamen, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Setiap pencapaian atlet akan tercatat dalam sistem keolahragaan daerah. KONI sebagai induk organisasi cabang olahraga dapat memberikan rekomendasi untuk kebutuhan pendidikan maupun pekerjaan,” ujar Dhipa.
Ia menambahkan, regulasi nasional juga sangat mendukung melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Regulasi tersebut menegaskan bahwa prestasi olahraga dapat menjadi nilai tambah dalam dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Sudah banyak rekomendasi yang kami keluarkan untuk membantu atlet masuk SMP, SMA, bahkan ada yang berhasil menjadi anggota TNI. Artinya, olahraga dan pendidikan adalah mata rantai yang saling mendukung untuk masa depan,” tambahnya.
Pandangan serupa disampaikan Alek (42), pemilik Limpapeh Atletik Club (LAC) Bukittinggi, yang berada di bawah naungan Pengcab PASI. Pelatih atletik bersertifikat nasional itu menilai pendidikan dan olahraga saat ini saling membutuhkan.
“Prestasi di bidang olahraga menjadi nilai plus untuk melanjutkan pendidikan. Namun tentu diperlukan kesiapan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam berlatih. Proses menjadi atlet tidak mudah dan sering kali membutuhkan pengorbanan, termasuk biaya pribadi. Tetapi jika dijalani dengan serius, hasilnya akan sangat bermanfaat,” katanya.
Menurut Alek, pendidikan olahraga tidak hanya sebatas latihan fisik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mentalitas, dan kedisiplinan anak. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan anak sesuai minat dan bakat olahraga yang dimiliki.
“Orang tua perlu melihat hobi dan potensi anak, lalu menyalurkannya ke klub, perguruan, dojo, atau dojang yang tepat. Dengan begitu, pembinaan bisa dilakukan secara maksimal hingga anak mencapai prestasi tertinggi,” jelas Coach Alex, sapaan akrabnya, yang juga bertugas sebagai Lurah di Kelurahan Pulai Anak Air, Bukittinggi.
Ia menambahkan, di era globalisasi yang serba instan ini, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, serta pendidikan dan pelatihan bersama mentor yang memiliki sertifikasi dan lisensi sesuai standar olahraga prestasi.

Sementara itu, pelaku pendidikan olahraga lainnya, Soni Van Herik (41), pemilik basecamp olahraga bela diri Wise Dekers Muaythai Club di bawah naungan Pengcab Muaythai Bukittinggi, menilai olahraga tidak boleh hanya dipandang sebagai hobi semata.
“Olahraga adalah bagian dari masa depan generasi muda. Terutama olahraga bela diri yang mengajarkan kedisiplinan, kesungguhan, dan mental yang kuat. Jangan hanya melihat bela diri sebagai sarana berkelahi, tetapi sebagai wadah mengubah energi negatif menjadi energi positif,” tegas pria yang akrab disapa Om Herik itu.
Menurutnya, kekuatan, kecepatan, dan ketahanan dalam olahraga bela diri lahir dari disiplin mental, ketahanan fisik, serta kemampuan konsentrasi. Kehadiran basecamp latihan juga menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan menjauhkan diri dari hal-hal negatif.
“Pendidikan olahraga adalah solusi dan jalan keluar untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Dengan pembinaan yang tepat, olahraga bisa menjadi sarana membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, olahraga prestasi maupun olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, olahraga menjadi salah satu sektor yang sangat menjanjikan dalam mengarahkan anak-anak dan remaja menuju cita-cita serta masa depan yang lebih cerah.









