Disdikpora Pangandaran Dorong Pembinaan Berkelanjutan Agar Atlet Tak Pindah ke Daerah Lain

Event137 Dilihat

PANGANDARAN, SUARAGURU.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran mengakui pembinaan atlet usia dini, khususnya cabang olahraga bola voli, masih perlu dipekuat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab sejumlah atlet muda asal Pangandaran memilih bergabung dengan klub atau melanjutkan pendidikan di daerah lain yang memiliki sistem pembinaan lebih baik.

Pengakuan itu disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, usai menghadiri Turnamen Bola Voli Antar Sekolah Dasar se-Kabupaten Pangandaran yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Langkaplancar, Selasa (14/7/2026).

Menurut Soleh, turnamen tersebut memperlihatkan besarnya potensi atlet bola voli usia dini di Pangandaran. Antusiasme peserta dinilai tinggi karena melibatkan perwakilan dari berbagai kecamatan. Pada laga final, tim Kecamatan Parigi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kecamatan Langkaplancar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain didukung berbagai pihak, antusiasme anak-anak sekolah dasar juga luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa potensi atlet voli di Pangandaran sangat besar,” kata Soleh.

Sebagai bentuk apresiasi, Disdikpora memberikan hadiah berupa sepatu voli kepada para juara. Meski demikian, Soleh menegaskan penghargaan tersebut hanya menjadi motivasi awal. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.

Ia mengungkapkan hasil pengamatannya selama turnamen menunjukkan banyak pemain muda yang memiliki kemampuan menjanjikan. Namun, sebagian di antaranya justru direkrut oleh klub atau daerah lain karena menawarkan pembinaan yang lebih terarah.

“Dari hasil turnamen kemarin saya melihat banyak pemain berbakat. Faktanya, beberapa di antaranya justru direkrut oleh kabupaten atau kota lain karena di sana sistem pembinaan dan klubnya sudah lebih siap,” ujarnya.

Soleh menjelaskan hingga saat ini Pangandaran belum memiliki pusat pembinaan maupun sekolah bola voli yang mampu membina atlet secara intensif. Berbeda dengan daerah sekitar seperti Ciamis dan Banjar yang telah memiliki klub serta sistem pembinaan yang lebih mapan sehingga mampu menarik minat atlet muda.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Disdikpora bersama KKG PJOK dan para pemangku kepentingan akan menyusun pola pembinaan yang lebih terstruktur sekaligus menyiapkan bentuk penghargaan bagi atlet berprestasi agar mereka tetap memilih mengembangkan karier di Pangandaran.

“Kita sebenarnya sudah memiliki wadah, tetapi pembinaannya belum maksimal. Ini yang akan kami perbaiki agar atlet-atlet berprestasi tidak terus berpindah ke daerah lain,” katanya.

Selain pembinaan bola voli, Disdikpora juga berencana memperkuat pengembangan cabang olahraga sepak bola dan renang. Seluruh KKG PJOK di Kabupaten Pangandaran diminta lebih rutin menyelenggarakan kompetisi antarpelajar sebagai sarana menjaring bibit atlet sejak usia dini.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa regenerasi atlet di Pangandaran masih menghadapi tantangan, terutama dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Tanpa dukungan fasilitas, klub, dan program pembinaan yang memadai, potensi atlet muda dikhawatirkan akan terus berkembang di luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *