Polisi Ungkap Motif Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Diduga Dipicu Perundungan

Kriminal61 Dilihat

PADANG, SUARAGURU.ID – Kepolisian mengungkap motif di balik ledakan bom rakitan jenis molotov yang terjadi di lingkungan MAN 3 Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (14/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan seorang siswa kelas XII berinisial L yang disebut kerap menjadi korban perundungan atau bullying.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menjelaskan, aksi tersebut diduga dipicu oleh akumulasi emosi yang selama ini dipendam pelaku akibat sering menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah teman sekolahnya.

“Setelah kami cek, ada seorang siswa berinisial L. Karena rasa kesal dan sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan hal tersebut,” ujar Apri Wibowo.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, bom rakitan tersebut sengaja diletakkan di dalam laci meja yang berada di luar ruang kelas saat jam istirahat. Polisi menduga sasaran pelaku adalah seseorang yang berada di balik tembok dekat lokasi ledakan. Namun, rencana tersebut tidak berhasil karena tidak ada seorang pun yang menjadi korban.

Kapolresta menyebut informasi yang diperoleh penyidik menunjukkan bahwa target yang diduga dituju pelaku berada di balik tembok saat kejadian. Meski demikian, bom tersebut tidak sempat mengenai sasaran sehingga insiden tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan satu bom molotov yang telah meledak serta tiga bom rakitan lain yang masih aktif. Polisi juga menemukan sebuah ketapel dan sejumlah kelereng di dalam tas milik pelaku yang diduga telah dipersiapkan sebagai alat untuk melampiaskan kemarahannya.

Hingga kini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif pelaku, serta memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga mengingatkan pentingnya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, dan seluruh pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *